PT MRT Jakarta (Perseroda) melalui anak usahanya, PT Integrasi Transit Jakarta (ITJ), tengah memperluas area layanan penumpang di Stasiun Bundaran HI dengan membangun extended concourse. Area seluas 4.439 meter persegi ini terletak di bawah halte Transjakarta Bundaran HI dan di atas jalur rel kereta MRT Jakarta. Nantinya, ruang ini akan menjadi area multifungsi dan retail untuk mendukung mobilitas pengguna transportasi umum hingga pejalan kaki.
Direktur Utama PT Integrasi Transit Jakarta, Ferdiansyah Roestam, menyebutkan bahwa setelah extended concourse rampung, akan ada penambahan sekitar 6.000 penumpang per hari di Stasiun Bundaran HI. "Peningkatan kurang lebih akan ada kenaikan 6.000 riders di Stasiun Bundaran HI, menyambut extension rute Bundaran HI yang akan diteruskan ke Stasiun Monas dan juga dipersiapkan sampai ke Stasiun Jakarta Kota Tua," ujar Ferdi saat ditemui di proyek tersebut, Rabu (19/8).
PT ITJ memproyeksikan bahwa ruang ini bisa menjadi pusat hub baru yang membantu orang melintasi sisi barat dan timur Bundaran HI. Selain mengintegrasikan dua moda transportasi utama di Jakarta, extended concourse juga disiapkan untuk menyambungkan akses ke gedung-gedung utama di kawasan tersebut, seperti Plaza Indonesia, hotel Grand Hyatt dan Pullman, serta Wisma Nusantara.
Ferdi menambahkan, extended concourse Bundaran HI ditargetkan selesai pada Mei 2027 dan diresmikan saat Jakarta menginjak usia 5 abad pada Juni 2027. Progres pembangunan saat ini mencapai 21,46 persen per Juli lalu, dan ditargetkan naik menjadi 24 persen pada Agustus 2026. "Saat ini progres per Juli lalu sudah 21,46 persen, di Agustus ini kita akan mengejar progres ke 24 persen," katanya.
Proses konstruksi saat ini fokus pada pemasangan dan penebalan tembok, waterproofing, serta Mechanical, Electrical, & Plumbing (MEP). Secara paralel di dua titik berbeda, timur dan barat, juga dilakukan perkerasan dan pemasangan sheet pile untuk menopang tekanan tanah. Mengingat target penyelesaian pada Mei 2027, proses konstruksi berlangsung 24 jam dengan tiga shift kerja per hari. Namun, Ferdi menekankan implementasi jam kerja yang adaptif dengan mempertimbangkan dampak kebisingan terhadap lingkungan sekitar. "Beberapa pekerjaan heavy harus kita lakukan di day time. Beberapa pekerjaan yang masih possible untuk kita geser ke tengah malam juga kita optimalkan," jelasnya.
Strategi Komersial Disiapkan
Department Head Commercial PT MRT Jakarta, Ricky Agung Kresna Putra, mengatakan bahwa extended concourse Bundaran HI akan menghadirkan ekosistem komersial yang lebih lengkap. Konsep tenant atau gerai akan lebih beragam, ditujukan untuk membentuk one-stop shopping destination. Tenant yang akan dihadirkan mencakup gerai makanan dan minuman (F&B), lifestyle, fashion, serta layanan lain bagi pengguna. "Kami pengennya setiap orang datang, mereka enggak kayak cuma grab and go, tapi mereka stay, mereka bisa lihat, bisa ngapain sih di sini, nggak hanya makanan aja. Kita pengin konsep ini lebih ke ekosistem komersial yang lebih lengkap, sehingga dapat menjadi lebih penting bagi pengguna," kata Ricky.
Artikel Terkait
Fatimah, Mahasiswi UI yang Tenang di Tengah Badai Debat
Tak Tembus Bundaran HI, Massa Mahasiswa Bubar dan Ancam Kembali Akhir Agustus
BEM UI Gelar Aksi di Bundaran HI, Bawa Delapan Tuntutan
Polda Metro Imbau Demo Jangan di Bundaran HI, Siapkan Lokasi Alternatif