Demo Mahasiswa di Bundaran HI Tuai Respons Beragam dari Masyarakat

- Kamis, 20 Agustus 2026 | 07:40 WIB
Demo Mahasiswa di Bundaran HI Tuai Respons Beragam dari Masyarakat

Aksi demonstrasi mahasiswa di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, Selasa (18/8/2026) lalu, menuai tanggapan beragam dari masyarakat. Sebagian mendukung penyampaian aspirasi, namun sebagian lainnya mengeluhkan dampak kemacetan yang ditimbulkan.

Dalam aksi tersebut, mahasiswa menyampaikan delapan tuntutan kepada pemerintah. Lokasi demo yang berada di kawasan objek vital, perkantoran, dan sentra ekonomi itu pun menjadi sorotan.

Diki, seorang karyawan swasta, mengaku mendukung unjuk rasa mahasiswa. Namun, ia menyarankan agar demo tidak dilakukan di objek vital.

"Saya sih mendukung dengan adanya demo ini ya, demo untuk mengawal kebijakan-kebijakan pemerintah ya. Tapi alangkah baiknya demo itu jangan di objek vital. Karena demo itu sudah ada tempatnya, kayak DPR gitu," kata Diki kepada wartawan, Kamis (20/8/2026).

Menurutnya, demonstrasi seharusnya langsung disampaikan ke tempat target sasaran, sehingga tidak mengganggu masyarakat yang beraktivitas sehari-hari.

"Karena objek vital itu mengganggu kemacetan dan penutupan jalan. Dan itu juga mengganggu transportasi umum juga. Itu aja sih, sebaiknya jangan di objek vital kayak Bundaran HI itu. Lebih baik di DPR, depan DPR seperti biasa kawan-kawan mahasiswa yang lakukan," ujar dia.

Senada dengan Diki, Farhan, seorang pedagang, juga merasakan dampak dari kegiatan tersebut. Ia mengaku terganggu dengan kemacetan yang terjadi.

"Kalau yang ke arah ke macet itu sebenarnya ngeganggu banget, kalau yang ada dalam hal kita apa, urgent banget gitu kan, yang jalur cepat kan harusnya kan kita lewat Bundaran HI. Jadi kita muternya lewat Senayan, lebih jauh lagi, gitu," ucapnya.

Sementara itu, Andi, pengemudi ojek online (ojol), mengungkapkan bahwa kemacetan akibat demo sangat berdampak pada mata pencahariannya sehari-hari.

"Ya kalau kami sebagai driver ojol sebenarnya merasakan sekali dampaknya. Karena jalanan kan tempat utama kami bekerja. Kalau jalannya ditutup kami jadi kesulitan untuk melakukan penjemputan atau pengantaran," ujarnya.

Ia menjelaskan, saat demo berlangsung, banyak jalan yang ditutup. "Pas kemarin demo itu, ampun deh. Jalanan dimana mana ditutup. Macet jadi dimana mana. Padahal wilayah HI itu biasanya salah satu titik pusat orderan paling banyak. Dan itu ladang rezeki kami," imbuhnya.

Bahkan, menurutnya, tidak sedikit pemesan yang membatalkan orderan. "Bahkan, ada aja beberapa yang sedikit marah-marah karena kelamanaan. Padahal kami kehambat sama akses jalan," katanya.

"Seharusnya sih ya, yang demo sih gapapa ya, tapi ya jangan di kawasan yang memang pusat aktivitas masyarakat. Karena ngaruh banget sama orderan kami," pungkas dia.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags