Stasiun MRT Blok A kini resmi menyandang nama baru: Blok A Visa. Perubahan ini merupakan hasil kerja sama naming rights antara PT MRT Jakarta dan Visa, yang diumumkan dalam konferensi pers pada Selasa (11/8). Kolaborasi ini diharapkan tidak hanya memperkuat identitas stasiun, tetapi juga mendukung pengalaman transportasi yang lebih mudah, terhubung, dan inklusif bagi masyarakat serta wisatawan mancanegara.
Country Manager Visa Indonesia, Vira Widiyasari, menegaskan bahwa kerja sama ini bukan sekadar pergantian nama. Menurutnya, ini adalah bentuk kolaborasi nyata antara sektor swasta dan publik untuk menghadirkan transportasi yang lebih nyaman bagi masyarakat.
“Hari ini tentunya menjadi momen yang sangat penting dan sangat berarti bagi Visa. Karena bagi kami ini bukan sekadar satu peresmian dari perubahan nama stasiun menjadi ‘Blok A Visa’, tapi ini adalah suatu bentuk kolaborasi,” kata Vira dalam konferensi pers tersebut.
Vira menjelaskan, kehadiran Visa di ekosistem MRT Jakarta diharapkan memberikan pengalaman transportasi yang lebih familiar bagi turis asing, karena layanan serupa telah mereka temui di berbagai negara. Selain itu, Stasiun Blok A dipilih karena menjadi lokasi strategis yang setiap harinya digunakan ribuan orang untuk bekerja, bersekolah, hingga menjalankan usaha.
“Dan kami dari Visa selalu ingin bisa menjadi bagian dari masyarakat untuk bisa menjalankan kehidupannya sehari-hari dengan lebih mudah dan lebih nyaman,” ujarnya.
Visa menilai kerja sama ini sebagai langkah strategis untuk memperkuat kehadirannya di tengah aktivitas masyarakat. MRT, menurut Vira, bukan hanya menghubungkan berbagai wilayah di Jakarta, tetapi juga menghubungkan masyarakat dengan berbagai peluang dan aktivitas sehari-hari. Kawasan Blok A sendiri dinilai tepat karena memiliki banyak komunitas, kegiatan usaha, aktivitas kreatif, hingga gaya hidup yang dekat dengan dinamika warga Jakarta.
Tap to Ride Visa Beri Kemudahan Pengguna MRT dan Turis
Kehadiran Visa dalam ekosistem MRT Jakarta juga diperkuat melalui layanan Tap to Ride. Dengan layanan ini, pengguna kartu Visa yang memenuhi ketentuan dapat langsung melakukan tap untuk menggunakan MRT tanpa harus membeli tiket terlebih dahulu. Vira mengatakan, kemudahan ini tidak hanya dirasakan masyarakat Indonesia, tetapi juga wisatawan mancanegara yang tidak perlu direpotkan dengan proses pembelian tiket atau mencari metode pembayaran khusus.
“Seperti kita ketahui, beberapa minggu lalu kita baru meluncurkan Tap to Ride, sekarang masyarakat di Indonesia maupun juga wisatawan mancanegara bisa tap aja untuk naik MRT,” ujarnya.
Vira berharap kerja sama dengan MRT Jakarta tidak berhenti pada peresmian naming rights Stasiun Blok A. Ia menyebut kolaborasi ini menjadi bagian dari komitmen Visa dalam mendukung Jakarta sebagai kota global dengan sistem transportasi yang semakin mudah diakses.
“Kolaborasi ini tentunya tidak hanya stop di sini, karena mendukung Jakarta menjadi global city juga salah satu komitmen kami di Indonesia. Kami bisa berharap ini menjadi satu tonggak pertama tapi juga bukan tentunya tonggak terakhir,” jelasnya.
Direktur Utama PT MRT Jakarta, Tuhiyat, menilai kerja sama dengan Visa merupakan kolaborasi strategis yang tidak hanya mengubah tampilan ruang publik di Stasiun Blok A, tetapi juga dapat memperkuat branding MRT Jakarta. Menurutnya, kolaborasi dengan pihak swasta menjadi bagian dari upaya MRT Jakarta untuk terus menghadirkan inovasi melalui wadah Collaborative Area for Breakthrough and Innovation (CABIN).
“Ini adalah satu aktivitas strategis yang kita lakukan bersama bukan hanya mengubah ruang publik di stasiun Blok A tapi ini akan mengubah satu kolaborasi strategis antara MRT Jakarta dengan VISA untuk meningkatkan branding yang mungkin juga akan meningkatkan tingkat readership,” kata Tuhiyat.
Inovasi yang dikembangkan di CABIN diarahkan pada tiga tujuan: meningkatkan sumber pendapatan MRT, meningkatkan efisiensi dan kinerja, serta memperkuat citra dan branding MRT Jakarta. Tuhiyat berharap kerja sama ini menjadi bukti nyata yang memantik inovasi-inovasi berikutnya.
“Semoga Blok A menjadi saksi kolaborasi antara kita yang mampu menghadirkan satu bukti nyata untuk memantik inovasi-inovasi berikutnya. Mudah-mudahan MRT Jakarta tidak akan pernah lelah untuk melahirkan satu inovasi-inovasi,” ujarnya.
Artikel Terkait
Pramono Ungkap Rencana Transportasi Jakarta hingga 2029, Target LRT dan MRT
Rekayasa Lalu Lintas di Glodok dan Kota Berlaku 10 Agustus Imbas Proyek MRT
MRT Jakarta Targetkan Integrasi Enam Moda di Pedestrian Deck Dukuh Atas Rampung 2028
Pedestrian Deck Dukuh Atas Dirancang Bulat, Simbol Kesinambungan Ikon Jakarta