PT MRT Jakarta (Perseroda) akan memberlakukan rekayasa lalu lintas di kawasan pembangunan MRT Jakarta Fase 2A Contract Package (CP) 203 mulai 10 Agustus 2026. Pengaturan ini dilakukan untuk mendukung pembangunan Stasiun Bawah Tanah Glodok, Stasiun Kota, serta terowongan penghubung sepanjang sekitar 690 meter.
Corporate Secretary Division Head PT MRT Jakarta, Rendy Primartantyo, mengatakan rekayasa lalu lintas dilakukan bersama kontraktor pelaksana Sumitomo Mitsui Construction Company-Hutama Karya Joint Operation (SMCC–HK JO). Pengaturan tersebut merupakan kelanjutan dari rekayasa yang telah dilakukan secara bertahap sejak April 2021.
"Rekayasa lalu lintas akan diberlakukan mulai 10 Agustus 2026. Seluruh pelaksanaan rekayasa lalu lintas tersebut dilakukan melalui koordinasi dengan Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta dan Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya," ujar Rendy, Kamis (6/8/2026).
Proyek MRT Jakarta Fase 2A CP203 mencakup pembangunan Stasiun Glodok dan Stasiun Kota, beserta jalur sepanjang sekitar 1,4 kilometer yang membentang dari Mangga Besar hingga Kota.
Rekayasa di Stasiun Glodok
Untuk mendukung pembangunan akses masuk (entrance) Stasiun Glodok, rekayasa lalu lintas dibagi menjadi tiga tahap.
Pada Tahap 4.1 yang berlangsung 10 Agustus hingga 9 September 2026, arus lalu lintas dua arah yang semula melintas di Jalan Gajah Mada dialihkan ke Jalan Hayam Wuruk melalui sistem contraflow. Satu lajur menuju arah utara di Jalan Gajah Mada tetap dibuka. Selain itu, tersedia satu lajur di sisi barat Jalan Gajah Mada yang diperuntukkan bagi kendaraan kecil milik penghuni dan pengunjung kawasan Jalan Kemurnian IV, Jalan Kemurnian VI, dan sekitarnya.
Selanjutnya pada Tahap 4.2 yang berlangsung 10 September hingga 9 Oktober 2026, pola rekayasa tetap sama. Namun, akses langsung dari Jalan Kemurnian VI menuju Jalan Gajah Mada ditutup sementara. Akses penghuni tetap tersedia melalui lajur di depan gerbang utara Hotel Novotel.
Sementara pada Tahap 4.3 yang berlangsung 10 Oktober 2026 hingga 17 Mei 2027, Jalan Hayam Wuruk tetap menjadi jalur utama dengan satu lajur ke arah utara di Jalan Gajah Mada tetap dibuka. Akses dari Jalan Kemurnian VI menuju Jalan Gajah Mada kembali dibuka, sedangkan akses dari gerbang utara Hotel Novotel menuju Jalan Gajah Mada ditutup sementara.
Rekayasa di Stasiun Kota
Di kawasan Stasiun Kota, rekayasa lalu lintas diberlakukan pada 10 Agustus 2026 hingga 15 Januari 2027 untuk mendukung pembangunan koridor bawah tanah (underground passageway) yang menghubungkan Stasiun Kota dengan akses masuk sisi utara.
Pada Jalan Pintu Besar Selatan, kendaraan dari arah selatan menuju Kota Tua akan menggunakan jalur sisi barat. Sementara kendaraan dari arah utara menuju Mangga Besar akan diarahkan masuk melalui sisi barat, berpindah ke sisi timur, lalu kembali ke sisi barat.
Selama pekerjaan berlangsung, masing-masing satu lajur untuk setiap arah disediakan khusus bagi bus TransJakarta, penghuni kawasan, serta kendaraan menuju pertokoan di Jalan Pintu Besar Selatan. Jika terjadi kepadatan lalu lintas, khususnya di Jalan Pancoran, akses akan dibuka untuk seluruh kendaraan sesuai pengaturan petugas di lapangan.
Sementara di Simpang Asemka, bagian tengah simpang akan digunakan sebagai area konstruksi. Arus kendaraan dari Jalan Pintu Besar Utara menuju Jalan Pintu Besar Selatan maupun sebaliknya dialihkan melalui sisi barat area kerja dengan satu lajur untuk masing-masing arah.
Di Jalan Asemka terjadi penyempitan menjadi dua lajur untuk masing-masing arah, sedangkan di Jalan Jembatan Batu jumlah lajur tetap tiga untuk setiap arah. Kendaraan yang hendak berbelok kanan menuju Kota Tua diimbau menggunakan lajur paling kanan, sedangkan kendaraan yang akan lurus atau berbelok kiri dapat menggunakan dua lajur lainnya.
Artikel Terkait
Kunjungan PM Thailand ke Indonesia, Polda Metro Siapkan Rekayasa Lalu Lintas
Polisi Siapkan Rekayasa Lalu Lintas di Jakarta Selama Kunjungan PM Thailand
Kunjungan PM Thailand ke Jakarta, Polisi Siapkan Rekayasa Lalu Lintas di Ruas Protokol
MRT Jakarta Targetkan Integrasi Enam Moda di Pedestrian Deck Dukuh Atas Rampung 2028