MRT Jakarta Targetkan Integrasi Enam Moda di Pedestrian Deck Dukuh Atas Rampung 2028

- Minggu, 02 Agustus 2026 | 08:36 WIB
MRT Jakarta Targetkan Integrasi Enam Moda di Pedestrian Deck Dukuh Atas Rampung 2028

PT MRT Jakarta (Perseroda) menargetkan pembangunan Pedestrian Deck Dukuh Atas selesai pada akhir tahun 2028. Proyek ini akan menjadi pusat integrasi enam moda transportasi publik: MRT Jakarta, LRT Jakarta, LRT Jabodebek, Transjakarta, KRL Commuter Line, dan KA Bandara. Sebagai proyek integrasi antarmoda terbesar di Jakarta, bahkan Indonesia, deck ini diharapkan mempermudah mobilitas warga.

Pembangunan tersebut dipastikan tidak akan membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Jakarta. TOD Planning Department Head MRT Jakarta, Sagita Devi, menjelaskan pendanaan proyek ini berasal dari internal perusahaan dan pinjaman.

“Pendanaannya sendiri akan by MRT, jadi tidak menggunakan pembiayaan APBD ya. Sebagian akan menggunakan dana MRT, sebagian rencananya akan menggunakan loan,” katanya.

Adapun nilai investasi yang digelontorkan mencapai sekitar Rp 300 miliar. Hal ini disampaikan Advisor Program Management Office Division PT MRT Jakarta, Agus Trihan, meskipun proyek masih dalam tahap tender.

“Ini lagi tender ya, tapi kita udah umumkan kemarin roughly 300-an ya, Rp 300-an miliar,” jelas Agus.

Agus juga memaparkan rencana keberlangsungan Pedestrian Deck Dukuh Atas. Menurutnya, deck tersebut nantinya akan “hidup” dari pendapatan iklan. Pihaknya tidak berencana menempatkan banyak retail karena return yang tidak menjanjikan.

“Kemarin kita sudah diskusikan juga dengan konsultan, dan kajian dari mereka retail ini sebenarnya dibuat untuk area aktivasi aja. Kita nggak akan bikin restoran, nggak akan bikin area yang orang duduk nongkrong gitu. Tapi lebih ke arah pushcart atau hanya vending machine,” kata Agus.

Ramah Lingkungan dan Disabilitas

Sebagai kawasan yang sepenuhnya digunakan pejalan kaki, Pedestrian Deck Dukuh Atas dirancang ramah lingkungan dengan banyak ventilasi udara alami dan area tertutup kaca. Hal ini untuk mengurangi penggunaan listrik, terutama pada siang hari.

“Untuk mencoba mengurangi lah penggunaan listrik, apalagi di siang hari gitu ya,” kata Agus.

Selain itu, MRT Jakarta menegaskan bahwa desain deck ini ramah disabilitas. Akan tersedia lift atau elevator, ramp untuk stroller atau kursi roda, eskalator, serta taktil pemandu jalan.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags