PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK) membukukan marketing sales sebesar Rp231 miliar pada semester I 2026, atau setara 41 persen dari target tahunan. Pencapaian ini didorong oleh strategi monetisasi kawasan Central Business District (CBD) PIK2, dengan penjualan kaveling tanah komersial sebagai kontributor utama.
Selain kaveling komersial, penjualan juga ditopang produk komersial dan residensial seperti Bizpark PIK2, Rukan Asia Afrika, dan Rumah Milenial. Manajemen menilai capaian ini mencerminkan kepercayaan pasar terhadap prospek PIK2 sebagai kawasan terintegrasi yang terus berkembang dan menjadi destinasi utama bagi masyarakat, pelaku usaha, maupun investor.
Di tengah kecenderungan masyarakat yang masih wait and see dalam mengambil keputusan pembelian atau investasi properti, CBDK melihat permintaan terhadap produk di PIK2 tetap terjaga. Perkembangan kawasan yang berkelanjutan, peningkatan aksesibilitas, mobilitas pengunjung, serta aktivitas ekonomi menjadi faktor utama penopang permintaan.
Perkembangan CBD PIK2 juga didorong pembangunan proyek strategis pihak ketiga. Gedung Bank Mandiri memasuki tahap akhir pembangunan, sementara gedung BNI terus berkembang. Kehadiran institusi dan pelaku usaha baru dinilai akan memperkuat posisi CBD PIK2 sebagai pusat bisnis dan komersial.
Memasuki semester II 2026, CBDK optimistis terhadap prospek bisnis. Operasional Nusantara International Convention and Exhibition (NICE) yang semakin berkembang diyakini akan mendorong peningkatan aktivitas MICE, jumlah kunjungan, serta eksposur kawasan secara berkelanjutan.
Sejak beroperasi pada Agustus 2025, NICE telah menjadi tuan rumah 55 acara berskala besar, termasuk Livin' Fest 2025 dan Java Jazz Festival 2026. Kegiatan tersebut turut meningkatkan lalu lintas pengunjung dan memperluas eksposur PIK2.
Konektivitas yang semakin baik melalui Jalan Tol KATARAJA juga memperkuat akses menuju PIK2 dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta dan wilayah Jabodetabek. Dengan bank tanah seluas 676 hektare dan kontribusi pendapatan berulang yang terus berkembang, perseroan yakin pertumbuhan usaha akan berkelanjutan.
Presiden Direktur CBDK, Steven Kusumo, mengatakan pencapaian marketing sales sebesar 41 persen dari target tahunan menunjukkan ketahanan kinerja di tengah ketidakpastian global, kenaikan suku bunga domestik, dan sikap investor yang lebih selektif.
"Di tengah dinamika pasar yang masih menantang, kinerja marketing sales perseroan tetap berada dalam jalur yang sesuai dengan ekspektasi. Permintaan terhadap produk dan proyek yang kami kembangkan di kawasan PIK2 menunjukkan ketahanan, didukung oleh perkembangan kawasan yang terus berjalan serta ekosistem bisnis yang semakin lengkap," ujarnya.
Steven menambahkan, transformasi CBD PIK2 sebagai pusat bisnis dan komersial terus memperkuat aktivitas ekonomi. Pipeline penyelenggaraan acara di NICE diperkirakan bertambah dengan target sekitar 53 acara sepanjang 2026. Sementara itu, Hotel Hilton Jakarta PIK2 telah menyelesaikan proses topping off dan ditargetkan beroperasi tahun depan.
"Nilai utama PIK2 tidak hanya terletak pada pengembangan properti, tetapi juga pada perannya sebagai hub bisnis dan komersial dalam ekosistem terintegrasi yang mendukung pertumbuhan jangka panjang. Seiring bertambahnya aktivitas usaha dan membaiknya kualitas infrastruktur, kami meyakini daya saing serta nilai strategis PIK2 akan terus meningkat," katanya.
Artikel Terkait
Marketing Sales PANI Capai Rp1,9 Triliun di Semester I-2026, Tumbuh 66 Persen
CBDK Suntik Rp90,1 Miliar ke Pengelola Pusat Konvensi NICE
Ciputra Development Targetkan Marketing Sales Rp9,5 Triliun pada 2026