Xabi Alonso Tetapkan Cole Palmer sebagai Pemimpin Utama Chelsea

- Sabtu, 01 Agustus 2026 | 21:15 WIB
Xabi Alonso Tetapkan Cole Palmer sebagai Pemimpin Utama Chelsea

Manajer anyar Chelsea, Xabi Alonso, langsung memberikan peran vital kepada Cole Palmer di musim baru. Gelandang serang berusia 24 tahun itu ditunjuk sebagai pemimpin utama tim di lapangan. Penegasan ini disampaikan Alonso saat sesi persiapan pramusim klub di Sydney, Australia.

Keputusan itu diambil setelah Palmer melewati musim 2025/2026 yang diwarnai cedera pangkal paha. Ia hanya tampil dalam 26 laga liga dengan torehan 10 gol. Meski performanya membuatnya terdepak dari tim nasional Inggris, Alonso menilai komunikasi awal selama latihan berjalan sangat positif.

"Saya melihat dia berada dalam pola pikir yang sangat positif, dengan mentalitas yang sangat baik, sangat terbuka untuk berbicara tentang sepak bola, untuk berbicara tentang apa yang dibutuhkan tim," kata Alonso.

Ekspektasi tinggi kini dibebankan kepada Palmer untuk mengangkat performa skuad di bawah kendali taktik pelatih asal Spanyol tersebut. "Perannya di dalam tim, dia akan menjadi seorang pemimpin di lapangan, jadi semakin baik kondisi Cole yang kita miliki, semakin baik pula Chelsea yang akan kita miliki," ujar Alonso.

Fokus utama Alonso saat ini adalah persiapan fisik yang matang untuk mengembalikan performa puncak Palmer. "Itu sudah pasti dan saya pikir memiliki latihan yang tepat, memiliki persiapan yang tepat akan menjadi hal penting baginya. Anda dapat melihat dia sangat fokus pada hal itu dan kami saling terhubung, kami saling memahami dan sejauh ini saya menyukai kepribadiannya," jelasnya.

Alonso juga menekankan pentingnya membangun suasana bermain yang nyaman agar potensi terbaik Palmer keluar. "Perasaan saya adalah dia mencintai permainan ini dan ingin menikmatinya," tambahnya.

Antusiasme tinggi diyakini menjadi pendorong utama bagi Palmer untuk bangkit pada musim mendatang. "Begitu dia menikmatinya, itulah cara dia menunjukkannya, dia memancarkannya. Buktinya adalah menikmati permainannya dan menunjukkan level terbaiknya. Tahun ini saya melihatnya dengan keinginan ini dan dengan target untuk menjalani musim yang hebat," kata Alonso.

Palmer pun merespons positif gaya kepemimpinan manajer barunya. "Xabi Alonso telah menjadi hembusan udara segar bagi kami sebagai pemain. Kami sangat senang, kami menyukai ide-idenya," ujar Palmer.

Masa rehat selama tujuh minggu pada jeda musim panas diakui Palmer sangat krusial setelah sebelumnya memaksakan diri tampil dalam kondisi fisik yang belum pulih total. "Beberapa bulan pertama, dengan kondisi saya yang cedera, saya hanya ingin keluar dan bermain, yang mana mungkin seharusnya tidak saya lakukan," katanya.

Kini, dengan kondisi fisik yang pulih penuh, Palmer merasa percaya diri untuk kembali berkontribusi. "Jelas saya tidak bisa bermain seperti yang saya inginkan. Itu adalah musim yang buruk secara pribadi dengan cedera dan lainnya, tetapi saya merasa baik sekarang. Waktu tujuh minggu itu jelas sangat membantu. Saya siap untuk tampil kembali," tegasnya.

Upaya pencarian penanganan medis terbaik bahkan sempat melibatkan rencana konsultasi dokter di Swedia atau Denmark sebelum akhirnya dibatalkan. "Saya pergi ke Swedia atau Denmark, salah satu dari negara tersebut, untuk menemui dokter. Kami memang membicarakannya. Namun akhirnya saya tidak jadi melakukannya," ungkap Palmer.

Selain masalah kebugaran, Palmer juga menanggapi dengan canda kedatangan rekan barunya, Morgan Rogers, yang diboyong dari Aston Villa. "Saya telah mematenkannya secara hukum, jadi jika dia mencoba melakukan apa pun, dia akan mendapati juru sita di depan pintunya," kelakarnya.

Soal selebrasi khas mereka, Palmer mengaku tak pernah membahasnya secara formal. "Kami sebenarnya tidak pernah membicarakannya. Dia melakukannya. Saya melakukannya," ujarnya.

Palmer juga berperan aktif meyakinkan sahabatnya itu untuk bergabung dengan Chelsea. "Saya selalu berbicara dengannya, tetapi ketika saya mendengar Chelsea berusaha merekrutnya, saya semakin sering mengirim pesan singkat kepadanya," katanya. "Dia mungkin bosan dengan saya, tapi setidaknya dia ada di sini sekarang!"

Proses transfer Rogers dijaga sangat ketat. "Morgs langsung memberi tahu saya ketika dia akan datang. Rahasia itu tidak bocor. Tidak ada yang tahu. Hanya saya dan dia serta orang-orang berwenang di klub," ungkap Palmer.

Pertemuan kembali dengan mantan rekan di akademi Manchester City itu diyakini bakal memberi keuntungan taktis. "Jadi itu rahasia yang sulit dijaga, tapi saya berhasil menyimpannya! Semua orang tahu betapa bagusnya dia. Jelas dia adalah salah satu sahabat terbaik saya, jadi saya sangat senang tentang hal ini," katanya.

Kombinasi gaya bermain keduanya dinilai saling melengkapi. "Kami adalah dua pemain yang berbeda. Dia lebih fisik daripada saya, saat membawa bola maupun tanpa bola. Dia suka melakukan penetrasi dengan bola. Saya suka memberikan umpan," jelas Palmer. "Saya pikir kami bisa bermain bagus bersama, dan kami pernah bermain bersama saat masih muda."

Di sisi lain, Alonso juga mengonfirmasi rencana pengurangan komposisi lini pertahanan dengan melepas sekitar empat hingga lima dari total 10 bek tengah sebelum bursa transfer ditutup. "Empat atau lima. Apakah itu cukup akurat? [tertawa]," ujarnya.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags