Kemenperin Perluas Kerja Sama dengan Rusia di Forum BRICS untuk Percepat Transformasi Industri

- Minggu, 14 Juni 2026 | 04:20 WIB
Kemenperin Perluas Kerja Sama dengan Rusia di Forum BRICS untuk Percepat Transformasi Industri

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memperluas jaringan kerja sama internasional untuk mempercepat transformasi industri dalam negeri di tengah dinamika ekonomi global yang semakin kompetitif. Langkah strategis ini diwujudkan melalui pertemuan bilateral antara delegasi Indonesia dan Rusia yang digelar di sela-sela BRICS Forum on Partnership on New Industrial Revolution (PartNIR) 2026 di Xiamen, China. Forum tersebut dinilai menjadi momentum penting bagi kedua negara untuk memperdalam kolaborasi di sektor manufaktur, perdagangan, investasi, hingga adopsi teknologi industri masa depan.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan bahwa forum PartNIR memiliki arti strategis bagi Indonesia. “Forum BRICS tentang PartNIR sangat penting bagi kami. Kami sangat menghargai dukungan Pemerintah Rusia terhadap keanggotaan Indonesia di BRICS dan akan sangat tertarik untuk mendengar pandangan mengenai arah masa depan kerja sama industri dalam kerangka BRICS,” ujarnya, Sabtu (13/6/2026). Pernyataan ini sekaligus menegaskan komitmen Indonesia untuk memanfaatkan platform multilateral tersebut guna memperkuat posisi industri nasional.

Hubungan diplomatik antara Indonesia dan Rusia sendiri telah memasuki usia 76 tahun pada 2026. Keputusan Indonesia untuk bergabung dalam aliansi BRICS membuat kemitraan dengan negara-negara anggotanya, terutama Rusia, menjadi semakin krusial. Agus Gumiwang menilai keanggotaan Indonesia di BRICS merupakan manuver strategis untuk menjangkau kolaborasi ekonomi dengan mitra-mitra potensial yang baru. Forum PartNIR, lanjutnya, menjadi platform dialog bagi para anggotanya dalam mengembangkan industri baru, inovasi teknologi, hilirisasi, serta membangun rantai pasok global yang lebih inklusif dan kokoh.

Secara teknis, pembahasan peluang kerja sama dilakukan oleh Direktur Jenderal Ketahanan, Perwilayahan, dan Akses Industri Internasional (KPAII) Kemenperin, Tri Supondy, yang didampingi Plt Direktur Akses Industri Internasional Kemenperin RI, Binoni A. Napitupulu. Delegasi Indonesia bertemu dengan Andrei Gorobets, Konselor dari Misi Perdagangan Rusia di China, untuk membedah potensi kolaborasi di berbagai sektor strategis yang saling menguntungkan. Kedua negara secara spesifik membahas penguatan kerja sama industri pada sektor-sektor prioritas yang telah diidentifikasi sebelumnya.

Performa ekonomi kedua belah pihak saat ini menunjukkan tren yang positif. Tercatat, nilai perdagangan bilateral nonmigas pada triwulan pertama tahun 2026 sudah menyentuh angka USD 1 miliar, atau tumbuh 1,13 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sebelumnya, pada 2024, nilai ekspor Indonesia ke Rusia telah mencapai USD 3,3 miliar, melonjak signifikan sebesar 13,38 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sejumlah komoditas unggulan Indonesia yang menjadi motor ekspor ke Rusia meliputi produk karet, kopi, kakao, teh, alas kaki, komponen elektronik, hingga produk kimia.

Tri Supondy menegaskan bahwa penguatan komunikasi dan kemitraan internasional adalah kunci utama untuk membuka akses pasar global yang lebih luas serta menciptakan ekosistem industri nasional yang adaptif terhadap perkembangan teknologi. “Sinergi Indonesia dan Rusia juga diharapkan mampu membuka peluang kerja sama konkret yang memberikan nilai tambah bagi pengembangan industri kedua negara,” katanya. Dengan momentum ini, Indonesia optimistis dapat mempercepat transformasi industri nasional melalui jejaring global yang semakin solid.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar