Penembakan di Sekolah Thailand Tewaskan Tujuh Orang

- Jumat, 07 Agustus 2026 | 13:42 WIB
Penembakan di Sekolah Thailand Tewaskan Tujuh Orang

Sedikitnya tujuh orang tewas dalam insiden penembakan yang terjadi di sebuah sekolah di Provinsi Nonthaburi, Thailand, pada Jumat (7/8). Pelaku, yang diketahui sebagai seorang pelajar di sekolah tersebut, mengakhiri hidupnya setelah melakukan aksinya.

Juru bicara Kepolisian Nasional Thailand, Letkol Trirong Phophan, mengonfirmasi bahwa selain korban jiwa, sedikitnya 15 orang lainnya mengalami luka-luka. Insiden ini mengguncang Sekolah Debsirin Nonthaburi yang terletak di pinggiran barat laut Bangkok.

Rekaman dan foto dari lokasi kejadian memperlihatkan para siswa berhamburan keluar dari area sekolah saat korban luka dievakuasi ke ambulans. Sejumlah guru terlihat saling berpelukan dan menangis di tengah kepanikan.

Seorang siswa berusia 18 tahun menuturkan bahwa ia sempat mengira suara letusan tersebut berasal dari petasan. "Saya awalnya tidak mengira itu suara tembakan. Ada banyak letusan: dor dor dor. Lalu hening. Kemudian terdengar lagi," ujarnya kepada Reuters.

Menteri Pendidikan Thailand, Prasert Jantararuangtong, menyatakan bahwa korban tewas terdiri dari guru dan siswa. Polisi telah mengidentifikasi pelaku sebagai pelajar di sekolah tersebut.

Petugas penyelamat, Kiatikhun Verapongpradith, mengatakan timnya tiba ketika penembakan masih berlangsung. Mereka menemukan sejumlah siswa dengan luka tembak di bagian punggung, dada, dan lengan. Di lantai atas sekolah, tim penyelamat menemukan seorang guru laki-laki yang telah kehilangan nyawa. Sementara di ruangan lain, seorang guru perempuan ditemukan dengan luka tembak di dada dan lengan.

"Kami melakukan CPR selama sekitar 30 menit dan segera membawanya ke rumah sakit karena denyut nadinya tidak kembali. Namun kami sudah berusaha semaksimal mungkin," kata Kiatikhun.

Menurut otoritas setempat, sekolah tersebut memiliki sekitar 3.100 siswa dan 147 guru pada tahun ajaran 2025. Wakil Menteri Pendidikan, Akkharanan Kannakittinan, menyatakan pemerintah tengah mengoordinasikan bantuan bagi para korban.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags