Seorang politisi dan mantan anggota parlemen Thailand, Chalong Riewreang, menelepon seorang jurnalis yang sedang siaran langsung untuk mengakui perbuatannya setelah menembak mati seorang pejabat di Provinsi Nonthaburi pada Senin (10/8) pagi. Insiden ini menggemparkan publik dan berujung pada penangkapan Chalong oleh kepolisian setempat.
Korban penembakan adalah Tongchai Yenprasert, kepala kantor Organisasi Administrasi Provinsi Nonthaburi, yang juga mantan perwira polisi berpangkat kolonel. Chalong, yang dikenal sebagai politisi ternama di Nonthaburi, telah mengakui perbuatannya dan kini berada dalam tahanan polisi.
Menurut keterangan kepolisian, Chalong menghubungi Anchalee Paireerak, presenter berita televisi Naew Na, yang kebetulan sedang melakukan siaran langsung melalui YouTube. Dalam percakapan telepon tersebut, Chalong mengaku telah melepaskan sekitar lima tembakan ke arah Tongchai. Anchalee, yang juga komentator politik, langsung menanyakan kondisi korban.
"Anda baru saja menembaknya? Apakah dia meninggal dunia? Apakah dia tewas?" tanya Anchalee, seperti terdengar dalam siaran langsung tersebut. Suara Chalong tidak terdengar oleh penonton, tetapi Anchalee kemudian meminta Chalong untuk menjatuhkan senjata, menenangkan diri, dan menunggu polisi tiba di lokasi.
"Jangan pergi ke mana-mana, Anda harus menunggu polisi di sana, jangan berpindah tempat," kata Anchalee kepada Chalong. Sementara itu, staf televisi Naew Na menghubungi kantor Kepolisian Ratanathibet yang memiliki yurisdiksi atas lokasi penembakan.
Artikel Terkait
Penembakan di Bangkok: Pejabat Daerah Tewas, Mantan Anggota Parlemen Jadi Tersangka
Mantan Anggota Parlemen Thailand Ditangkap Usai Tembak Pejabat di Kantor Pemerintah
Penembakan di Denmark Diduga Aksi Balas Dendam Antar-Kelompok Kriminal
Dua Warga Sipil Tertembak di Pintu Masuk Festival Lembah Baliem