PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI), yang dikenal dengan merek Surge, berencana menambah lini usaha di bidang konstruksi sentral telekomunikasi. Langkah ini akan dimintakan persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan pada 11 September 2026.
Penambahan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 42206 ini bertujuan memperluas cakupan usaha perseroan. Manajemen menilai, dengan lini bisnis baru tersebut, WIFI dapat menyediakan layanan yang lebih terintegrasi dalam pembangunan infrastruktur telekomunikasi.
Dalam prospektus terbaru yang dirilis Sabtu (8/8/2026), perseroan menyatakan akan menyasar pelanggan business-to-business (B2B) yang membutuhkan pembangunan jaringan di berbagai lokasi atau multi-site, serta wilayah dengan kebutuhan konektivitas tinggi. Secara geografis, WIFI akan memprioritaskan area yang telah memiliki basis pelanggan dan lokasi proyek yang dinilai layak. Penilaian tersebut mempertimbangkan ketersediaan mitra lokal, pipeline kontrak, biaya mobilisasi, kemudahan perizinan, hingga kemampuan pengawasan proyek.
Saat ini, WIFI telah menjalankan beragam kegiatan usaha, mulai dari periklanan, perusahaan holding, perdagangan besar peralatan telekomunikasi, aktivitas telekomunikasi tanpa kabel, penyewaan dan sewa guna usaha tanpa hak opsi atas mesin dan peralatan, hingga penyediaan produk dan layanan digital. Perseroan juga memiliki bisnis jaringan serat optik melalui perusahaan anak.
Manajemen melihat prospek pertumbuhan pada industri konstruksi sentral telekomunikasi seiring meningkatnya kebutuhan pembangunan infrastruktur telekomunikasi, pengembangan jaringan serat optik, penetrasi internet, serta kebutuhan konektivitas digital di berbagai sektor. Pasar konstruksi sentral telekomunikasi tidak hanya mencakup pembangunan menara telekomunikasi, tetapi juga berbagai infrastruktur jaringan yang mendukung penyelenggaraan layanan telekomunikasi secara menyeluruh.
Untuk tahap awal, WIFI memperkirakan adanya kebutuhan investasi yang mencakup pengadaan sumber daya manusia, peralatan, perizinan, pengembangan sistem pendukung, serta modal kerja untuk pelaksanaan proyek. Pendanaan akan disesuaikan dengan kondisi keuangan perseroan dan strategi pendanaan yang ditetapkan manajemen.
Dalam menjalankan bisnis baru ini, WIFI akan mengoptimalkan tenaga kerja yang sudah dimiliki. Jika diperlukan, perseroan akan menambah tenaga kerja maupun tenaga ahli sesuai kebutuhan, termasuk melalui kerja sama dengan mitra atau subkontraktor yang memenuhi persyaratan.
Artikel Terkait
NexAI Digital Infrastruktur Rights Issue 285,73 Juta Saham untuk Danai Akuisisi dan Ekspansi Data Center
Astra Gelar RUPSLB, Setujui Buyback Saham hingga Rp8 Triliun
BTN Gelar RUPSLB September 2026, Bahas Perubahan Susunan Pengurus
Maybank Indonesia Resmi Jadi Perusahaan Induk Konglomerasi Keuangan