PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 4 September 2026. Salah satu agenda utama yang akan dibahas adalah perubahan susunan pengurus perseroan.
Direktur Utama BTN Nixon L.P. Napitupulu mengungkapkan, pemegang saham pengendali, yakni Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, telah menjadwalkan agenda perubahan pengurus. Namun, hingga saat ini manajemen masih menunggu keputusan final terkait nama-nama yang akan mengalami pergantian.
"Kita masih nunggu dari mereka (Danantara) apa pengurus yang akan dirubah," kata Nixon saat memaparkan laporan kinerja semester I-2026 di Menara BTN 2, Jakarta, Kamis (16/7/2026).
Berdasarkan pengumuman resmi perseroan, RUPSLB akan diselenggarakan secara hybrid. Pertemuan fisik digelar di Menara BTN, Jalan Gajah Mada, Jakarta Pusat, sementara secara elektronik melalui platform Electronic General Meeting System (eASY.KSEI).
Pemegang saham yang berhak hadir adalah mereka yang tercatat dalam Daftar Pemegang Saham (DPS) perseroan pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu, 5 Agustus 2026.
BTN juga membuka kesempatan bagi pemegang saham untuk mengajukan usulan mata acara rapat. Usulan harus diterima Direksi paling lambat pada Kamis, 30 Juli 2026. Sesuai ketentuan, usulan dapat diajukan oleh Pemegang Saham Seri A Dwiwarna Negara atau satu maupun beberapa pemegang saham yang secara kolektif mewakili paling sedikit 1/20 dari seluruh saham dengan hak suara yang sah.
Perseroan menegaskan setiap usulan harus diajukan dengan iktikad baik, mempertimbangkan kepentingan jangka panjang perusahaan, memerlukan keputusan RUPS, disertai alasan dan dokumen pendukung yang memadai, serta tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan maupun anggaran dasar perseroan.
Pemanggilan resmi RUPSLB akan diumumkan pada 6 Agustus 2026 melalui platform eASY.KSEI, situs Bursa Efek Indonesia, dan laman resmi BTN.
Artikel Terkait
Kredit BTN Tembus Rp418 Triliun di Semester I-2026, Didorong KPR Subsidi dan Diversifikasi
BTN Catat Laba Bersih Rp2,4 Triliun di Semester I 2026, Tumbuh 40,8 Persen
BTN Ambil Alih Portofolio Kredit Pensiun SMBC Indonesia, Perkuat Ekosistem Layanan
BTN Resmi Kelola Portofolio Kredit Pensiun SMBC Indonesia