Sam Neill, aktor yang dikenal lewat perannya dalam film Jurassic Park, meninggal dunia di Sydney, Australia, pada usia 78 tahun. Penyebab kematiannya adalah pneumonia, sebagaimana dikonfirmasi oleh agennya, Philip Grenz.
Grenz mengatakan bahwa ia mengungkapkan penyebab tersebut setelah berdiskusi dengan keluarga Neill, untuk meluruskan informasi keliru yang beredar di media. Neill diketahui telah berjuang melawan limfoma, salah satu jenis kanker darah, sejak 2022. Namun, pada April lalu ia sempat mengumumkan bahwa dirinya telah dinyatakan bebas kanker.
Keluarga menyebut kepergian Neill sebagai sesuatu yang mendadak dan tidak terduga. Dalam pernyataannya, Grenz menjelaskan bahwa sebelum jatuh sakit, Neill berhasil mengatasi limfoma melalui terapi CAR-T, sebuah terapi baru. "Sam meninggal akibat pneumonia. Sebelum jatuh sakit, ia dengan penuh keberanian berhasil melawan dan mengatasi limfoma melalui terapi baru yang dikenal sebagai terapi CAR-T," kata Grenz.
Grenz juga mengungkapkan bahwa dalam setahun terakhir, Neill masih aktif bekerja dan menyelesaikan empat proyek secara berturut-turut. Seluruh proyek tersebut dijadwalkan rilis dalam beberapa bulan ke depan.
Penyebab kematian Neill pertama kali diungkap oleh sesama aktor asal Selandia Baru, Rima Te Wiata, yang pernah beradu akting dengannya dalam film Hunt for the Wilderpeople (2016). "Ini benar-benar menyedihkan. Saya rasa Sam akan berkata, 'Ya ampun, saya sudah berhasil mengalahkan kanker. Lalu sekarang malah terkena pneumonia. Apa lagi setelah ini?'" ujar Te Wiata kepada New Zealand Herald.
Artikel Terkait
Kemhan Evaluasi Program SPPI Usai Lima Peserta Meninggal saat Diklatsar