Empat dari Lima Perempuan Kurangi Makanan dan Minuman Tertentu Saat Menstruasi

- Jumat, 17 Juli 2026 | 10:42 WIB
Empat dari Lima Perempuan Kurangi Makanan dan Minuman Tertentu Saat Menstruasi

Fase menstruasi tidak hanya membawa perubahan suasana hati, tetapi juga memengaruhi pola makan perempuan. Berdasarkan wawancara dengan lima perempuan, empat di antaranya mengaku menghindari makanan dan minuman tertentu selama periode tersebut.

Arsitta (22) misalnya, menghindari minuman berkafein tinggi seperti matcha dan kopi karena membuat nyeri perut dan pinggang terasa lebih parah. Hal serupa diungkapkan Alifa (24) dan Fidi (24) yang mengurangi konsumsi kafein. "Biasanya aku lebih menghindari minuman tinggi kafein seperti kopi atau minuman dengan kandungan gula tinggi, contohnya milk tea dan thai tea. Soalnya minuman itu membuat tubuhku semakin lemas dan kram perut," ujar Alifa.

Sementara itu, Najma (24) memilih mengurangi makanan pedas dan junk food. "Saya merasa makanan itu membuat tubuh terasa lebih berat dan aktivitas sehari-hari lebih melelahkan selama menstruasi," katanya. Berbeda dengan keempatnya, Selfy (32) mengaku tidak memiliki pantangan. "Sejauh ini tidak ada. Aku tetap makan seperti biasa karena belum pernah merasa ada makanan tertentu yang bikin gejala menstruasi jadi lebih parah," ungkapnya.

Kebiasaan ini juga ditemukan dalam sebuah studi berjudul Prevalence of Dysmenorrhea and Its Association With Dietary Habits Among Female Students of Mid-West University, Surkhet, Nepal: An Analytical Cross-Sectional Study (2026). Studi tersebut menemukan bahwa 20,3 persen perempuan menghindari makanan tertentu saat menstruasi. Sebanyak 35,7 persen menghindari makanan pedas, 23,8 persen mengurangi makanan asam, dan 38,5 persen mengalami penurunan nafsu makan.

Makanan dan minuman yang perlu dibatasi

Dokter spesialis obstetri dan ginekologi, dr. Gracia Merryane R.G. Rauw, Sp.OG, mengatakan tidak ada makanan yang benar-benar dilarang saat menstruasi. Namun, beberapa jenis makanan sebaiknya dibatasi karena dapat memperberat keluhan. "Makanan tinggi garam, instan, dan ultra-processed food dapat memicu perut kembung. Konsumsi makanan tinggi gula juga sebaiknya tidak berlebihan karena dapat menyebabkan lonjakan dan penurunan gula darah yang membuat energi serta suasana hati lebih mudah berubah," jelas dr. Gracia.

Makanan tinggi lemak jenuh atau yang digoreng juga dapat meningkatkan proses peradangan dan memperberat nyeri menstruasi. Selain itu, dr. Gracia mengingatkan untuk membatasi minuman beralkohol karena berpotensi memperburuk gejala. Sementara itu, kopi dan matcha masih boleh dikonsumsi dalam jumlah wajar jika tidak menimbulkan keluhan.

Makanan dan minuman yang dianjurkan

Dr. Gracia menyarankan memperbanyak makanan kaya magnesium seperti alpukat, pisang, kacang-kacangan, biji-bijian, dan sayuran hijau untuk membantu melemaskan otot dan meredakan kram. "Makanan kaya zat besi seperti daging tanpa lemak, hati, bayam, atau kacang-kacangan juga penting, terutama bagi perempuan yang mengalami perdarahan cukup banyak untuk mencegah kekurangan zat besi," ujarnya.

Asupan omega-3 dari ikan seperti salmon, sarden, dan tuna dapat membantu mengurangi nyeri haid. Menjaga tubuh tetap terhidrasi juga penting karena kekurangan cairan dapat memperparah rasa lelah, sakit kepala, hingga membuat tubuh kurang bugar. "Yang perlu dipahami bahwa respons setiap orang bisa berbeda. Jadi yang terpenting adalah mengenali makanan apa yang membuat keluhan menstruasi menjadi lebih berat, lalu membatasinya," jelas dr. Gracia.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags