BTN Resmi Kelola Portofolio Kredit Pensiun SMBC Indonesia

- Rabu, 01 Juli 2026 | 15:15 WIB
BTN Resmi Kelola Portofolio Kredit Pensiun SMBC Indonesia

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) resmi mengambil alih pengelolaan layanan Pinjaman Pensiun dan Manfaat Pensiun yang sebelumnya dikelola oleh SMBC Indonesia. Kesepakatan ini ditandatangani dan berlaku efektif per 29 Juni 2026.

Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu, menyatakan akuisisi ini memperkuat posisi BTN sebagai bank dengan ekosistem layanan yang menyeluruh. Ia memastikan transisi berjalan lancar dengan mengutamakan tata kelola perusahaan yang baik, sehingga kualitas layanan kepada nasabah pensiun tetap terjaga.

"BTN akan menghadirkan layanan perbankan yang semakin kuat, berkelanjutan, dan berorientasi pada kebutuhan nasabah, sejalan dengan strategi pertumbuhan jangka panjang masing-masing institusi," ujarnya dalam keterangan resmi, Rabu (1/7/2026).

Dengan jaringan luas dan kapabilitas digital yang terus berkembang, BTN optimistis mampu melayani masyarakat di berbagai tahapan kehidupan. Nixon menekankan komitmen BTN tidak berhenti pada membantu masyarakat memiliki rumah pertama, tetapi terus berlanjut hingga mendukung kesejahteraan nasabah di masa pensiun.

"Langkah ini bukan berarti BTN meninggalkan bisnis perumahan. Kami ingin memperkuat perjalanan layanan BTN kepada masyarakat, mulai dari membantu memiliki rumah, memenuhi kebutuhan finansial sepanjang masa produktif, hingga memasuki masa pensiun dengan tetap nyaman dan sejahtera. Bahkan bagi para pensiunan yang belum memiliki rumah, BTN tetap siap menjadi mitra dalam mewujudkan impian tersebut," katanya.

Nixon menambahkan, ke depan perseroan akan melengkapi ekosistem layanan sehingga hubungan BTN dengan nasabah tidak berhenti setelah rumah dimiliki, tetapi terus berlanjut hingga masa pensiun. Dengan demikian, BTN dapat terus menciptakan nilai tambah sekaligus membangun hubungan jangka panjang dengan nasabah.

BTN juga menyampaikan apresiasi atas kolaborasi intensif yang telah terjalin antara tim BTN dan SMBC Indonesia sejak tahun 2025 hingga mencapai tahap transaksi ini. Nixon menegaskan seluruh tahapan pasca-transaksi akan dijalankan dengan prinsip kehati-hatian dan kepatuhan tinggi demi kelancaran proses transisi serta manfaat optimal bagi kedua institusi dan pemangku kepentingan.

Mengenai teknis layanan, Nixon memastikan proses transisi dirancang agar berjalan mulus tanpa mengganggu hak-hak nasabah. "Prioritas utama kami adalah memastikan kenyamanan nasabah tetap terjaga. Kami menjamin seluruh hak-hak nasabah, termasuk manfaat asuransi jiwa kredit yang melekat pada pinjaman, tetap sama dan tidak mengalami perubahan. Kami juga siap mendampingi seluruh nasabah selama proses transisi agar tetap nyaman dan mendapatkan layanan terbaik dari BTN," kata dia.

Direktur Utama SMBC Indonesia, Henoch Munandar, menambahkan transaksi ini merefleksikan komitmen perusahaan untuk menempatkan nasabah sebagai prioritas utama dalam setiap keputusan strategis. Transaksi ini memungkinkan SMBC Indonesia untuk semakin memfokuskan sumber daya dan investasi pada pengembangan layanan bagi segmen emerging affluent, affluent, usaha kecil dan menengah, serta korporasi.

"Dengan dukungan Grup SMBC, serta melalui Jenius dan anak usaha kami, BTPN Syariah, dan Grup OTO, SMBC Indonesia akan terus menghadirkan solusi keuangan yang semakin inovatif, terintegrasi, dan relevan dengan kebutuhan nasabah," ujarnya.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags