Di tengah gencarnya program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digaungkan pemerintah, suara emak-emak justru mengarah pada kebutuhan yang lebih mendasar: bahan pangan murah meriah. Bagi mereka, kemampuan memasak sendiri makanan kesukaan anak-anak di rumah jauh lebih berarti ketimbang menerima paket makanan jadi dari program tersebut.
“Yang dibutuhkan emak-emak bukanlah MBG untuk anaknya, melainkan bahan pangan murah meriah agar emak-emak bisa masak yang disukai oleh anak-anaknya,” demikian salah satu keluhan yang muncul di media sosial. Pertanyaan pun mengemuka: untuk apa MBG dilanjutkan jika hanya membuat emak-emak menjerit?
Keinginan warga sebenarnya sederhana. Namun, kerakusan pejabat dan kroninya disebut-sebut menjadi biang keladi kesengsaraan yang dirasakan masyarakat. Program yang seharusnya meringankan beban rakyat justru dinilai tidak tepat sasaran dan menimbulkan keresahan baru.
Artikel Terkait
Prabowo Apresiasi Peran Polri Bangun Gudang Pangan hingga Dapur MBG
Harga Pokok Turun Saat MBG Dihentikan, Buruh: Program Itu Tidak Bermanfaat
Program KDMP Disorot: Ide Besar Presiden Terkendala Eksekusi Lemah
Rp268 Triliun untuk MBG, Hanya 16,7 Persen yang Jadi Makanan