Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dihentikan sementara selama liburan sekolah berdampak pada penurunan harga kebutuhan pokok di pasar. Fenomena ini memicu kembali kritik dari kalangan buruh yang sejak awal menilai program tersebut tidak memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Sejumlah pedagang dan pembeli di beberapa pasar tradisional mengaku merasakan harga bahan pangan mulai turun setelah distribusi MBG dihentikan. "Pembeli senang, pedagang sumringah, pasar bergairah," demikian gambaran yang beredar di kalangan warganet.
Sebelumnya, dalam peringatan Hari Buruh pada Mei lalu, Presiden Prabowo Subianto bertanya langsung kepada para buruh apakah MBG bermanfaat. "Presiden tanya MBG bermanfaat apa tidak, para buruh menyahut TIDAAAAKKK," tulis akun @bangherwin di media sosial X, yang videonya viral.
Kritik terhadap MBG bukan hanya datang dari buruh. Sejumlah ekonom juga menyoroti bahwa program tersebut justru mendorong inflasi pangan karena tingginya permintaan dari lembaga penyedia makanan. Dengan dihentikannya MBG, permintaan turun dan harga pun ikut turun.
Meski demikian, pemerintah belum memberikan pernyataan resmi terkait keluhan tersebut. Program MBG sendiri direncanakan kembali berjalan setelah liburan sekolah usai.
Artikel Terkait
Prabowo Terima Kunjungan Kenegaraan Presiden Belarus di Istana Merdeka
Polri Bedah 80 Rumah Layak Huni di Seluruh Indonesia Sambut HUT Bhayangkara ke-80
Polda Jatim Bongkar Tiga Kasus Penyelundupan, Sita Gading Gajah hingga Puluhan Ribu Benih Lobster
Komentar Spam Judi Online di Medsos Naik 128 Persen, Bot Jadi Modus Baru