Menghadapi prediksi lonjakan mobilitas masyarakat pada libur sekolah Juni dan Juli 2026, PT Jasa Marga (Persero) Tbk mempercepat transformasi layanan berbasis kebutuhan pengguna jalan. Langkah ini diwujudkan melalui optimalisasi One Call Center 133 yang dirancang untuk memberikan respons secara real-time.
Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono, menyatakan bahwa transformasi ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan perusahaan dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik. Tujuannya adalah menghadirkan pengalaman pelanggan yang lebih baik di setiap titik perjalanan di jalan tol.
“Melalui One Call Center 133, kami ingin memastikan masyarakat memperoleh akses informasi yang jelas, konsisten, dan mudah diakses saat sebelum, selama, maupun setelah perjalanan,” ujar Rivan dalam pernyataan resminya.
Layanan ini tidak hanya terbatas pada penanganan kondisi darurat di tengah perjalanan. Masyarakat juga dapat memanfaatkannya untuk memperoleh informasi sebelum bepergian, seperti kondisi lalu lintas terkini, pemberlakuan rekayasa lalu lintas situasional, hingga informasi tarif tol. Kepastian akses informasi ini dihadirkan untuk meminimalisasi keraguan dan membangun rasa tenang bagi pengendara.
Sistem One Call Center 133 terintegrasi penuh dengan pusat kendali operasional dan pemantauan lalu lintas berbasis teknologi di Jasamarga Tollroad Command Center (JMTC). Integrasi ini memungkinkan petugas call center memberikan validasi kondisi lajur serta estimasi penanganan kendala di lapangan secara cepat dan akurat. Selain melalui layanan suara, seluruh data olahan JMTC juga diintegrasikan ke dalam aplikasi Travoy, sehingga pengguna jalan dapat mengakses informasi secara mandiri melalui gawai mereka.
Sejak Maret 2026, Jasa Marga secara resmi memperbarui nomor layanan call center dari 14080 menjadi 133. Perubahan ini dilakukan untuk menghadirkan nomor yang lebih singkat, mudah diingat, dan lebih responsif. Secara teknis, posisi angka 1 dan 3 pada keypad telepon maupun ponsel pintar berada sejajar di bagian atas, sehingga memudahkan pengetikan cepat dan mengurangi potensi kesalahan input saat pengguna berada dalam kondisi darurat.
Efektivitas layanan ini terbukti hingga Mei 2026. One Call Center 133 mencatatkan sebanyak 99.029 interaksi pelanggan yang berhasil diterima dan ditangani dengan baik. Pada periode puncak arus mudik Idulfitri 2026, volume interaksi bahkan meningkat hingga 120,51 persen dibandingkan periode normal. Angka tersebut menjadi indikator bahwa layanan 133 semakin dikenal luas, dipercaya, dan diandalkan masyarakat sebagai sumber informasi utama di jalan tol.
Menanggapi peningkatan pemanfaatan layanan tersebut, Rivan menjelaskan bahwa lonjakan interaksi pada momen libur panjang menjadi tolok ukur penting bagi kesiapan operasional perusahaan. “Lonjakan interaksi yang signifikan saat Idulfitri lalu menunjukkan betapa krusialnya kepastian informasi bagi masyarakat. Memasuki periode libur sekolah pada Juni dan Juli 2026 ini, Jasa Marga berkomitmen untuk terus bersiaga penuh. Melalui integrasi ekosistem digital yang modern, kami siap memastikan setiap pengguna jalan memperoleh pelayanan yang responsif, cepat, dan sesuai dengan kebutuhan mereka,” urainya.
Sebagai BUMN pengelola jalan tol terbesar di Indonesia, Jasa Marga menegaskan komitmennya untuk terus melayani masyarakat dengan menghadirkan kemudahan akses layanan. Upaya ini diharapkan mendukung terciptanya perjalanan yang aman, lancar, dan berkeselamatan di seluruh ruas jalan tol yang dikelola perseroan.
Artikel Terkait
SIG Resmikan Fasilitas Ekspor di Tuban, Target Kirim 450.000 Ton Semen ke AS pada 2026
Iran dan AS Akan Teken Kesepakatan Damai Secara Digital dalam Beberapa Hari, Klaim Menlu Iran
Trump Dukung Timnas AS Jelang Piala Dunia 2026, Tak Hadir di Stadion
Dua Pengendara Motor Tercebur ke Proyek Saluran Air di Surabaya, Satu Tewas