Bank Mandiri Cetak Sejarah, Jadi Bank RI Pertama yang Jadi Anggota Langsung Sistem Pembayaran RMB China

- Jumat, 12 Juni 2026 | 01:40 WIB
Bank Mandiri Cetak Sejarah, Jadi Bank RI Pertama yang Jadi Anggota Langsung Sistem Pembayaran RMB China

Bank Mandiri (BMRI) mencatatkan sejarah baru sebagai bank pertama di Indonesia yang bergabung sebagai peserta langsung atau direct participant dalam Cross-Border Interbank Payment System (CIPS), sebuah infrastruktur pembayaran internasional berbasis mata uang Renminbi (RMB) yang dikelola oleh Bank Sentral China atau People's Bank of China (PBoC). Langkah ini menempatkan Bank Mandiri sebagai satu-satunya institusi perbankan nasional yang terhubung secara langsung ke dalam salah satu sistem pembayaran global utama.

Peresmian keanggotaan tersebut digelar dalam acara Launching Ceremony of Bank Mandiri as Direct Participant of CIPS di Shanghai, China, pada Kamis, 11 Juni 2026. Acara itu dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi, antara lain Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, Gubernur Bank Sentral China Pan Gongsheng, Chairman CIPS Wang Hongbo, serta Direktur Operations Bank Mandiri Timothy Utama. Kehadiran para pemangku kepentingan ini menunjukkan signifikansi strategis dari integrasi tersebut bagi hubungan keuangan bilateral kedua negara.

Partisipasi Bank Mandiri dalam CIPS merupakan tindak lanjut dari penguatan kerja sama ekonomi dan transaksi bilateral antara Indonesia dan China yang diinisiasi oleh Bank Indonesia dan PBoC. Melalui koneksi langsung ini, Bank Mandiri dapat menghadirkan layanan transaksi berbasis RMB yang lebih cepat, transparan, aman, dan andal bagi pelaku usaha, investor, serta nasabah korporasi di kedua negara.

Direktur Operations Bank Mandiri Timothy Utama menyatakan bahwa status sebagai direct participant CIPS merupakan langkah strategis untuk memperkuat kapabilitas layanan transaksi internasional sekaligus komitmen mendukung hubungan ekonomi Indonesia-China yang semakin erat.

“Sebagai Direct Participant CIPS, Bank Mandiri dapat menghadirkan layanan transaksi RMB yang lebih efisien dan andal, sekaligus mendukung pertumbuhan perdagangan dan investasi antara Indonesia dan China serta memperkuat konektivitas industri keuangan nasional dengan ekosistem pembayaran global,” ujar Timothy dalam keterangan pers pada Kamis, 11 Juni 2026.

Dengan status tersebut, Bank Mandiri kini memiliki akses langsung ke jaringan pembayaran RMB internasional. Integrasi ini menyederhanakan proses transaksi, mengurangi kompleksitas antarbank, serta meningkatkan kepastian penyelesaian transaksi lintas negara. Nasabah pun dapat memperoleh pengalaman transaksi internasional yang lebih optimal, khususnya untuk kebutuhan perdagangan, investasi, maupun aktivitas treasury dengan mitra bisnis di China.

Sementara itu, Bank Mandiri juga memperluas fleksibilitas transaksi dalam mata uang RMB guna mendukung kebutuhan bisnis nasabah yang semakin dinamis. Upaya tersebut didukung dengan perpanjangan waktu layanan pengiriman dana internasional berbasis RMB.

"Tonggak sejarah hari ini turut memperkuat peran Bank Mandiri sebagai mitra finansial tepercaya bagi pelaku usaha di sektor perdagangan internasional, dengan menghadirkan solusi inovatif untuk menjawab kebutuhan nasabah secara dinamis di tengah ekonomi global yang semakin terinterkoneksi," ujar Timothy.

Kapabilitas ini juga memperkuat dukungan Bank Mandiri terhadap pengembangan Local Currency Transaction (LCT) antara Indonesia dan China. Dengan posisi China sebagai salah satu mitra dagang utama Indonesia, kebutuhan akan infrastruktur pembayaran lintas negara yang cepat, aman, dan efisien semakin penting dalam meningkatkan daya saing pelaku usaha nasional.

Ke depan, Bank Mandiri berencana terus memperluas kolaborasi dengan berbagai mitra strategis global, mengembangkan layanan transaksi berbasis RMB, serta memperkokoh perannya sebagai penyedia solusi finansial terdepan untuk kebutuhan transaksi internasional nasabah. Melalui inovasi dan penguatan kapabilitas layanan, perseroan berkomitmen mendukung pertumbuhan ekonomi nasional serta pengembangan kerja sama regional yang inklusif dan berkelanjutan.

“Kami percaya bahwa konektivitas finansial yang semakin kuat akan membuka lebih banyak peluang pertumbuhan berkelanjutan bagi dunia usaha dan perekonomian nasional, sekaligus memperkuat integrasi Indonesia dengan ekosistem ekonomi global,” ujar Timothy menutup pernyataannya.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar