BGN Hentikan Program Makan Bergizi Gratis untuk Keluarga Mampu, Fokus pada Anak dari Kelompok Kurang Mampu

- Jumat, 12 Juni 2026 | 06:00 WIB
BGN Hentikan Program Makan Bergizi Gratis untuk Keluarga Mampu, Fokus pada Anak dari Kelompok Kurang Mampu

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S Deyang memastikan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak lagi menyasar anak-anak dari keluarga mampu secara ekonomi, sebagai bagian dari upaya penajaman sasaran penerima manfaat. Langkah ini merupakan bagian dari rencana refocusing anggaran agar program tersebut lebih tepat sasaran kepada masyarakat yang membutuhkan intervensi gizi.

"Iya, iya penerima manfaat. Maksudnya yang mampu, yang kaya nanti tidak dapat lagi," ujar Nanik kepada awak media di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (11/6/2026).

Menurut Nanik, rencana tersebut mendapat respons positif dari Presiden Prabowo Subianto. "Seneng, seneng banget," katanya saat ditanya mengenai tanggapan Presiden.

Pembahasan lebih lanjut mengenai kebijakan itu akan dilakukan dalam pertemuan lanjutan dengan Presiden pada Jumat (12/6/2026) sore. "Ini kan belum. Besok dibahasnya. Katanya besok sore. Besok sore," ujar Nanik.

Sebelumnya, Nanik menjelaskan bahwa BGN akan melakukan refocusing terhadap penerima manfaat program MBG. Langkah itu diambil untuk memastikan program benar-benar menyasar anak-anak dan kelompok masyarakat yang membutuhkan intervensi gizi. Menurutnya, sekolah-sekolah yang berasal dari kelompok ekonomi mampu kemungkinan tidak lagi menjadi prioritas penerima manfaat program tersebut.

"Kami refocusing penerima manfaat. Refocusing ini maksudnya adalah apakah perlu? Rasanya tidak perlu ya kalau misalnya sekolah-sekolah kaya. Kan ini pasti di rumah gizinya juga lebih bagus," kata Nanik usai dilantik di Istana Negara, Jakarta, Senin (8/6/2026).

Selain itu, Nanik mengungkapkan bahwa sebagian penerima manfaat MBG yang saat ini telah mencapai sekitar 63 juta orang berpotensi dialihkan ke wilayah-wilayah yang lebih membutuhkan.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar