Kemenhub Siapkan Drone untuk Angkut Barang dari Pulau Terpencil

- Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:18 WIB
Kemenhub Siapkan Drone untuk Angkut Barang dari Pulau Terpencil

Kementerian Perhubungan tengah mengembangkan penggunaan drone sebagai alternatif pengangkutan barang dari wilayah kepulauan dan daerah tertinggal, terdepan, terluar, dan perbatasan (3TP) menuju titik hub transportasi. Langkah ini diambil untuk mengatasi keterbatasan konektivitas di pulau-pulau kecil yang sulit dijangkau kapal berukuran besar.

Direktur Jenderal Integrasi Moda Transportasi Kemenhub, Risal Wasal, mengatakan drone akan digunakan untuk mengangkut barang dari titik-titik kecil (spoke) menuju hub, yaitu lokasi persinggahan kapal tol laut. "Di pulau-pulau kecil di daerah timur itu untuk menata spoke-nya, penumpukan dari spoke ke hub, kita mulai menggunakan drone untuk pengangkutan barang," ujarnya dalam Seminar Nasional Masyarakat Transportasi Indonesia di Jakarta, Selasa (4/8).

Menurut Risal, kapal besar tidak memungkinkan masuk hingga ke pulau-pulau kecil, sehingga drone menjadi jembatan untuk membawa barang ke kapal tol laut di hub-hub besar. "Drone-drone kecil yang bisa angkut 5 kilo sampai 1 ton, dia akan ke penumpukan kapal tol laut hanya di hub-hub besar. Kapal-kapal besar nggak mungkin masuk ke yang kecil," jelasnya.

Konsep ini merupakan bagian dari penataan sistem hub and spoke dalam integrasi transportasi. Barang dari wilayah kecil dikumpulkan terlebih dahulu di titik spoke sebelum dibawa ke hub untuk diteruskan dengan moda transportasi berkapasitas lebih besar.

Pemanfaatan drone juga akan terhubung dengan konsep big data dan super apps transportasi yang sedang dikembangkan pemerintah. Sistem ini akan memuat informasi mengenai ketersediaan drone, jenis barang yang diangkut, hingga biaya pengiriman. "Siapa yang punya drone-nya, barangnya seperti apa, biayanya ada. Data ini cukup lengkap di dalam super apps nanti untuk memastikan bagaimana kita dari hulu ke hilir melayani sistem transportasi," kata Risal.

Risal menekankan bahwa penggunaan drone menjadi salah satu cara mengatasi kesenjangan layanan transportasi, terutama di wilayah 3TP. Daerah-daerah tersebut memiliki potensi ekonomi besar, tetapi distribusi hasil produksinya masih terkendala akses transportasi. "Produk mereka luar biasa di 3TP, entah ikan dan lain-lain. Dengan konsep ini memastikan barang itu bisa keluar hingga terjadi pertumbuhan," ujarnya.

Sebelumnya, Risal menjelaskan bahwa integrasi transportasi tidak hanya soal infrastruktur, tetapi juga mencakup jaringan, informasi, pembayaran, dan kelembagaan. Seluruh aspek ini dibutuhkan agar konektivitas nasional tidak berhenti pada keterhubungan antardaerah, tetapi juga menghasilkan layanan berkualitas. "Big data itu berisi data-data terkait supply-demand, operator, dan lain-lain. Super apps itu memastikan kemudahan dalam melaksanakan layanan transportasi," tuturnya.

Melalui konsep ini, diharapkan keterbatasan akses transportasi di wilayah terpencil dapat dikurangi, sehingga distribusi barang dan mobilitas masyarakat menjadi lebih mudah. Pemanfaatan drone menjadi alternatif untuk menjembatani wilayah kecil yang tidak terjangkau moda transportasi besar.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags