Lima Bandara di Flores Rusak Akibat Gempa M7,0

- Sabtu, 15 Agustus 2026 | 17:42 WIB
Lima Bandara di Flores Rusak Akibat Gempa M7,0

Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,0 yang mengguncang Kepulauan Flores, Nusa Tenggara Timur, pada Sabtu (15/8) pagi menyebabkan kerusakan pada sejumlah fasilitas penerbangan. Kementerian Perhubungan melaporkan lima bandara di wilayah tersebut terdampak, dengan retakan pada bangunan terminal, gedung administrasi, dan fasilitas pendukung lainnya.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub, Lukman F. Laisa, mengatakan pemeriksaan terhadap fasilitas dan infrastruktur bandara terus dilakukan untuk memastikan keselamatan penerbangan. "Di Bandar Udara Soa – Bajawa, berdasarkan laporan awal, terdapat kerusakan sedang pada runway dan sejumlah bangunan serta fasilitas pendukung, termasuk adanya retakan baru di beberapa titik," ujarnya dalam keterangan resmi.

Lima bandara yang dilaporkan terdampak gempa adalah Bandara Komodo di Labuan Bajo, Bandara H. Hasan Aroeboesman di Ende, Bandara Umbu Mehang Kunda di Waingapu, Bandara Frans Sales Lega di Ruteng, dan Bandara Soa di Bajawa.

Berdasarkan informasi dari Indonesia Tsunami Early Warning System (InaTEWS) BMKG, gempa utama berkekuatan M7,0 terjadi pada pukul 05.58 WITA. Pusat gempa berada sekitar 38 kilometer timur laut Mbay, Nagekeo, dengan kedalaman 10 kilometer. Gempa susulan berkekuatan M6,2 menyusul pada pukul 06.13 WITA dengan pusat gempa di laut sekitar 46 kilometer timur laut Labuan Bajo.

Dampak gempa juga dirasakan pada pelayanan navigasi penerbangan. Unit pelayanan yang terdampak meliputi Cabang Pembantu Labuan Bajo, Cabang Pembantu Ende, Unit Maumere, Unit Bajawa, dan Unit Ruteng. "Seluruh personel penyelenggara pelayanan navigasi penerbangan di lokasi yang terdampak dilaporkan dalam kondisi selamat," kata Lukman. Pada sejumlah lokasi yang mengalami kerusakan pada gedung tower, pelayanan navigasi untuk sementara dilaksanakan dari lokasi yang dinilai aman.

Lukman memastikan Ditjen Perhubungan Udara menyiapkan contingency plan untuk menjaga keselamatan dan keberlangsungan pelayanan navigasi. "Pemeriksaan kondisi fasilitas dan infrastruktur bandar udara serta fasilitas navigasi penerbangan terus dilakukan. Untuk kesiapan pengiriman bantuan ke masyarakat dilakukan dengan skema Get Airport Ready for Disaster (GARD)," tuturnya. Ia berjanji akan terus memonitor perkembangan situasi dan berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait.

Pelabuhan Juga Terdampak

Selain bandara, sejumlah pelabuhan di wilayah tersebut juga mengalami kerusakan. Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengimbau masyarakat untuk tetap mengutamakan keselamatan. "Meskipun peringatan dini tsunami telah dicabut, saya minta seluruh pihak untuk tetap mengutamakan aspek keselamatan dalam bermobilitas, khususnya di wilayah terdampak. Kami juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, selalu update informasi resmi terkait cuaca dari BMKG, dan senantiasa ikuti arahan petugas di lapangan," ujarnya.

Di Pelabuhan Laurentius Say, gempa menyebabkan bagian dermaga dan bangunan ruang tunggu roboh. Saat kejadian, KM Bukit Siguntang sedang bersandar di dermaga. Sementara di Pelabuhan Reo, kerusakan terjadi pada bagian kantor dan terminal. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Kerusakan ringan juga ditemukan di Pelabuhan Nangakeo, berupa plafon runtuh hingga tembok retak, sehingga layanan perintis di pelabuhan tersebut dihentikan sementara.

Dudy menginstruksikan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kemenhub di wilayah NTT dan sekitarnya untuk terus berkoordinasi dengan BMKG, Basarnas, TNI/Polri, pemerintah daerah, dan operator transportasi. Pemeriksaan fasilitas transportasi juga dilakukan untuk memastikan kondisi sarana dan prasarana tetap aman pascagempa.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags