Di Tengah Perayaan Kemerdekaan, Warga Terdampak Gempa Flores Masih Menanti Bantuan

- Rabu, 19 Agustus 2026 | 02:42 WIB
Di Tengah Perayaan Kemerdekaan, Warga Terdampak Gempa Flores Masih Menanti Bantuan

Di tengah perayaan HUT ke-79 Kemerdekaan Republik Indonesia, warga terdampak gempa di Flores, Nusa Tenggara Timur, masih harus bertahan hidup dalam keterbatasan. Sebagian dari mereka kesulitan mendapatkan makanan, kebutuhan bayi, hingga selimut dan jaket.

Nining, warga Kampung Niu, ditemui saat mengambil bantuan di pengungsian Barang Kolong, Reo, Manggarai. Ia mengaku semangat kemerdekaan belum sepenuhnya dirasakan oleh warga yang tengah berjuang memulihkan diri dari bencana.

"Saya berharap gimana ya, banyak orang yang merayakan kemerdekaan tapi kami di sini menderita kedinginan, kelaparan. Jadi kayak tidak sinkron begitu. Sedang yang lain merayakan sedangkan kami di sini menderita. Alangkah baiknya marilah kita sama-sama merasakan toh. Jangan yang lainnya berleha-leha, senang-senang kita di sini menderita," kata Nining saat ditemui di lokasi pengungsian, Selasa (19/8).

Menurut Nining, kondisi semakin berat karena kebutuhan warga terdampak gempa belum seluruhnya terpenuhi. Makanan untuk bayi menjadi salah satu yang paling mendesak.

"Banyak seperti makanan untuk bayi. Anak saya ini sudah berapa hari tidak makan apa protein, jadi dia butuh sekali proteinnya. Sementara ini selama tiga hari dari hari pertama gempa kita makannya mi instan, jadi terpaksa saya harus kasih anak saya mi instan karena itu saja yang ada," ujarnya.

Nining datang ke lokasi pengungsian untuk mendapatkan bantuan. Bantuan yang diterimanya antara lain pembalut, popok bayi, dan obat-obatan. Ia mengetahui informasi bantuan dari media sosial.

"Tahu dari adik bantuan di sini, dari media sosial, dari media sosial ini. Punya teman ada daftar," katanya.

Keterbatasan Akses

Ia mengatakan masih ada warga di sejumlah wilayah yang belum mendapatkan bantuan karena keterbatasan akses. Bantuan lebih banyak diturunkan di lokasi yang mudah dijangkau.

Selain kebutuhan makanan, Nining menyebut warga masih membutuhkan jaket dan selimut. Kondisi listrik dan jaringan komunikasi di wilayahnya baru kembali menyala pada malam sebelumnya.

"Iya, masih sekali dibutuhkan. Cuman mereka belum dapat sampai sekarang. Kita sering di sini tuh dapat bantuan makanya kami ke sini," katanya.

Nining berharap pemerintah terus memperkuat penanganan bagi warga terdampak gempa.

"Harapannya semoga pemerintah tetap kuat, jauh lebih baik lagi ke depannya, semakin sukses dan semakin jaya," ucapnya.

Pesan serupa disampaikan Victoria, warga NTT yang ditemui di pengungsian Lambaleda, Manggarai Timur. Menurutnya, momentum kemerdekaan seharusnya menjadi kesempatan untuk menunjukkan kepedulian kepada warga yang sedang menghadapi bencana. Ia berharap bantuan kebutuhan pokok dapat dibagikan secara lebih merata.

"Sebenarnya kalau di momen kemerdekaan seharusnya ya kalau gempa setidaknya uluran tangan paling tidak itu sembako harus ada," kata Victoria saat ditemui di pengungsian Lambaleda, Manggarai Timur, Selasa (18/8).

Ia berharap tidak ada lagi warga terdampak gempa yang luput dari bantuan.

"Iya maunya kan seperti itu. Apalagi di momentum kemerdekaan, tapi kalau tidak merata kan bagaimana merdeka yang sebetulnya? itu kita yang kurang merasakan bahwa itu merdeka yang sesungguhnya," pungkasnya.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags