Shayne Pattynama Sebut Film Dokumenter The Longest Wait Rekam Perjuangan Emosional Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2026

- Kamis, 30 April 2026 | 02:15 WIB
Shayne Pattynama Sebut Film Dokumenter The Longest Wait Rekam Perjuangan Emosional Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2026

JAKARTA Shayne Pattynama, bintang Timnas Indonesia yang kini berseragam Persija Jakarta, ngomong terang-terang soal film dokumenter ‘The Longest Wait’. Buat dia, film ini bukan sekadar tontonan biasa. Ada makna yang dalam, bahkan terasa sangat emosional. Menurut pemain berdarah Maluku ini, karya tersebut adalah rekaman jujur dari semua keringat dan air mata yang pernah ditumpahkan Skuad Garuda selama perjalanan panjang di Kualifikasi Piala Dunia 2026.

Film ini sendiri resmi diluncurkan oleh PSSI bareng rumah produksi Fremantle. Acara peluncurannya digelar di Plaza Senayan, Jakarta, pada Rabu, 29 April 2026. Rencananya, ‘The Longest Wait’ bakal tayang di bioskop-bioskop tanah air mulai 18 Juni 2026. Jadi, masih ada waktu buat kalian yang penasaran.

Yang menarik, film dokumenter ini katanya bakal menyoroti sudut pandang yang jarang tersorot kamera televisi. Bukan cuma aksi-aksi di lapangan hijau, tapi juga momen-momen di ruang ganti. Sisi personal para pemain, perjuangan yang nggak kelihatan dari luar, semuanya bakal diangkat. Kayaknya bakal beda banget sama liputan berita biasa.

Shayne sendiri menegaskan, kehadiran film ini sama sekali nggak mengganggu perjuangan tim selama kualifikasi. Justru sebaliknya. Menurut dia, ini bakal jadi kenangan sekaligus pelajaran berharga buat seluruh anggota Skuad Garuda. “Saya rasa semuanya berjalan normal dan natural. Sekali lagi, saya sangat senang menjadi bagian dari ini, begitu juga dengan pemain lainnya,” ujarnya kepada awak media, termasuk dalam jumpa pers di Plaza Senayan, Jakarta, Kamis (30/4/2026).

Dia juga ngaku belum lihat hasil akhir filmnya. Tapi antusiasme-nya jelas kebaca. “Saya rasa semua orang sangat menantikannya, rekan-rekan di tim juga sangat menantikan dokumenter ini. Seperti yang saya katakan, saya sendiri belum melihatnya, jadi saya sangat, sangat bersemangat,” tambahnya sambil tersenyum.

Di sisi lain, ada satu hal yang bikin film ini terasa spesial buat Shayne. Bukan cuma soal sepak bola, katanya. Tapi lebih dari itu. “Ini tentang negara Anda, tempat di mana ayah dan keluarga saya lahir. Bisa mencapai Piala Dunia bukan hanya sesuatu yang Anda impikan sebagai pemain sepak bola, tetapi Anda juga mewakili seluruh negara,” sambung pemain berusia 27 tahun itu.

Menurut dia, film dokumenter ini nggak cuma nangkep emosi di dalam lapangan. Tapi juga gamblang menceritakan perjuangan di luar lapangan. Semua sisi kelam dan terang, semuanya ditampilkan apa adanya. “Dan ya, seperti yang Anda lihat, itu sangat emosional. Kami melewati masa-masa indah, pertandingan yang bagus saat kami menang, tetapi Anda juga melihat pertandingan di mana kami kalah dan kami semua merasa emosional,” lanjut mantan pemain Viking FK itu.

Pada akhirnya, ‘The Longest Wait’ adalah potret perjuangan mengejar mimpi. Meski hasil akhirnya belum sesuai harapan, Shayne percaya film ini bisa jadi pelajaran berharga buat tantangan ke depan. “Semuanya akan Anda lihat, jadi bukan hanya saat kami bertanding, Anda akan melihat segalanya,” tukasnya.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar