Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, merayakan ulang tahunnya yang ke-80 dengan sebuah perhelatan spektakuler di halaman Gedung Putih, Minggu (14/6/2026). Pesta yang digelar pada malam hari itu dimeriahkan oleh pertarungan sengit ajang Ultimate Fighting Championship (UFC) yang diberi tajuk "UFC Freedom 250".
Ajang tersebut tidak hanya menjadi hiburan bagi sang presiden yang genap berusia delapan dekade, tetapi juga memiliki makna simbolis yang lebih besar. Sesuai dengan namanya, acara ini digelar untuk memperingati 250 tahun kemerdekaan Amerika Serikat. Biaya yang dikeluarkan untuk menyelenggarakan pertarungan di arena raksasa bernama The Claw itu mencapai 60 juta dolar AS.
Hubungan Trump dengan olahraga bela diri campuran ini sudah terjalin lama. Ia kerap menyebut UFC sebagai tontonan yang unik dan berbeda dari cabang olahraga lainnya. "Ini akan menjadi acara yang benar-benar akan Anda sukai," ujar Trump saat menjamu sejumlah petarung di Gedung Putih pada Mei lalu.
Rangkaian acara dimulai dengan para petarung top yang keluar dari Ruang Oval, kemudian berbaris menuju halaman selatan Gedung Putih (South Lawn). Pertarungan utama berlangsung di dalam Octagon, sebuah sangkar kawat berbentuk segi delapan yang menjadi ciri khas UFC. Di sekeliling arena, tempat duduk telah disiapkan untuk lebih dari 4.000 penonton yang memadati lokasi.
Petarung UFC asal Amerika Serikat, Michael Chandler, menyebut peristiwa ini sebagai pertarungan terbesar dalam sejarah olahraga bela diri. Namun, tidak semua peserta memiliki pandangan yang sama. Petarung asal Prancis, Ciryl Gane, memilih untuk tetap fokus pada aspek olahraga dan menjauhi nuansa politik.
"Kami sama sekali tidak terlibat dalam politik, tapi kami memiliki kesempatan untuk dilihat oleh dunia. Kami harus memanfaatkannya," kata Gane kepada AFP.
Di tengah kemeriahan pesta ulang tahun, sebuah kejutan datang dari arah yang tidak terduga. Presiden Belarusia, Alexander Lukashenko, yang dikenal sebagai salah satu kritikus keras Trump, justru mengirimkan ucapan selamat. "Presiden AS Donald Trump berulang tahun ke-80. Presiden Belarusia Alexander Lukashenko mengucapkan selamat kepada rekan sejawatnya dari AS," demikian bunyi pernyataan resmi dari kantor kepresidenan Belarusia.
Sebelumnya, pada Mei lalu, Lukashenko telah menitipkan pesan melalui tokoh agama AS, Franklin Graham, yang saat itu berkunjung ke Minsk. Dalam pesan tersebut, Lukashenko menyampaikan bahwa Trump memiliki teman dan pendukung setia dari Belarusia yang bisa diandalkan.
Artikel Terkait
Kementerian PU Alokasikan Rp1,65 Triliun untuk Program Infrastruktur Berbasis Masyarakat pada 2027
Kemnaker Buka Pendaftaran Program Pemagangan Jepang dan Pelatihan Kaigo 2026 Lewat Platform Skillhub
Pemerintah Targetkan Bangun 100 Sekolah Nasional Terintegrasi, Satu di IKN Mulai 2026
KSP Dudung Terima Masukan Mahasiswa UB soal Ketahanan Pangan hingga Evaluasi Program MBG