Pemerintah terus mendorong percepatan swasembada garam nasional. Salah satu langkahnya adalah pembangunan Kawasan Sentra Industri Garam Nasional (K-SIGN) di Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur. Proyek ini diharapkan tidak hanya meningkatkan produksi garam dalam negeri, tetapi juga memberi dampak ekonomi yang luas bagi masyarakat sekitar.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menegaskan bahwa pengembangan kawasan industri garam tersebut merupakan arahan langsung dari Presiden Prabowo. "Pesan Bapak Presiden Prabowo, kalau garam kita produksi sendiri, yang menikmati hasilnya adalah kita. Tapi kalau kita impor garam, yang menikmati hasilnya orang lain, negara lain," ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (31/7).
Menurut Zulkifli, setiap hektare lahan yang dikembangkan di K-SIGN akan menghasilkan garam sekaligus membuka lapangan kerja baru. Dengan demikian, kesejahteraan masyarakat di Rote dan NTT secara keseluruhan diharapkan meningkat.
Pembangunan K-SIGN merupakan implementasi dari Peraturan Presiden Nomor 17 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembangunan Pergaraman Nasional. Regulasi ini menjadi landasan hukum bagi pemerintah untuk memperkuat industri garam dalam negeri.
Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur menyambut baik kehadiran kawasan industri ini. Mereka menilai K-SIGN akan memperkuat posisi Rote Ndao sebagai salah satu pusat pengembangan industri garam nasional sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah kepulauan.
Selain meningkatkan kapasitas produksi, kawasan ini diharapkan menjadi penggerak hilirisasi industri garam dan memperkuat rantai pasok sektor pergaraman nasional. Dengan begitu, ketergantungan pada garam impor bisa berkurang secara signifikan.
PT Nindya Karya (Persero) sebagai kontraktor pelaksana menyatakan kesiapannya. Direktur Utama PT Nindya Karya, Firmansyah, mengatakan bahwa pembangunan infrastruktur kawasan pergaraman terpadu itu dirancang untuk mendukung peningkatan kapasitas produksi garam nasional serta memperkuat ketahanan pangan.
"Pembangunan K-SIGN menjadi salah satu wujud komitmen kami untuk terus mendukung peningkatan kapasitas produksi garam dalam negeri, memperkuat ketahanan pangan, serta mendorong terciptanya kemandirian industri garam Indonesia," ujar Firmansyah.
Ia menambahkan bahwa Nindya Karya akan mengedepankan kualitas konstruksi, keselamatan kerja, ketepatan waktu penyelesaian, dan prinsip keberlanjutan. Hal ini agar pembangunan kawasan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat pesisir sekaligus memperkuat rantai pasok garam nasional.
Artikel Terkait
Pemerintah Prioritaskan Pembangunan Dapur MBG di Daerah Stunting Tinggi
Pemerintah Prioritaskan Sertifikasi Kebersihan 8.000 Dapur Makan Bergizi Gratis
Anggota DPR RI Fraksi PAN A Bakri Meninggal Dunia
Pemerintah Targetkan 35.334 Koperasi Desa Merah Putih Rampung Agustus 2026