Target 30 Ribu Koperasi Desa Rampung Sebelum HUT ke-81 RI

- Senin, 10 Agustus 2026 | 10:00 WIB
Target 30 Ribu Koperasi Desa Rampung Sebelum HUT ke-81 RI

Pemerintah menargetkan pembangunan 30 ribu unit Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) rampung pada 16 Agustus 2026, sehari sebelum peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Program ini diproyeksikan menjadi salah satu penggerak pemerataan dan kemandirian ekonomi masyarakat di tingkat desa.

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan, pemerintah terus mempercepat pembangunan fisik sekaligus mempersiapkan operasional KDMP di berbagai wilayah Indonesia menjelang momentum Hari Kemerdekaan. "Target yang bertepatan dengan momentum HUT ke-81 RI ini diproyeksikan menjadi pendorong utama pemerataan dan kemandirian ekonomi desa," kata Zulkifli di Jakarta, Minggu (9/8/2026).

Hingga saat ini, sebanyak 9.294 unit koperasi telah menyelesaikan pembangunan fisik. Jumlah tersebut diperkirakan terus bertambah karena pembangunan berlangsung dengan kecepatan sekitar 150 hingga 200 unit per hari.

Pemerintah tidak hanya mengejar penyelesaian sarana fisik koperasi, tetapi juga menyiapkan sistem operasional serta sumber daya manusia yang akan menjalankan kegiatan usaha di tingkat desa.

1.061 Koperasi Siap Beroperasi

Dari keseluruhan koperasi yang dibangun, sebanyak 1.061 unit telah dinyatakan siap beroperasi penuh. Di sisi lain, pemerintah tengah melakukan proses rekrutmen 30 ribu manajer koperasi untuk mendukung pengelolaan KDMP di berbagai daerah.

Zulkifli mengatakan, para manajer tersebut nantinya memiliki peran penting dalam memastikan koperasi berjalan sesuai tujuan dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat desa. "Mereka akan menjadi motor penggerak koperasi, mengawasi disiplin pangan, memastikan manfaat ekonomi kembali kepada masyarakat desa," ujarnya.

Percepatan pembangunan dan kesiapan operasional KDMP terus dilakukan hingga menjelang 16 Agustus 2026. Pemerintah menargetkan seluruh 30 ribu unit koperasi dapat menyelesaikan pembangunan sesuai target yang telah ditetapkan.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags