Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, mengakui sejumlah program strategis pemerintahan Presiden Prabowo Subianto masih menghadapi kendala dalam pelaksanaannya. Dua di antaranya yang disorot adalah program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan pembangunan 80.000 Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih.
Dalam pengakuannya, Zulhas menyebut bahwa pemerintah tidak menutup mata terhadap program yang belum berjalan maksimal. Evaluasi dan pembenahan terus dilakukan. "Ini ada beberapa program yang berhasil. Tapi ada juga yang enggak berhasil, kita akui," ujarnya saat menghadiri penandatanganan perjanjian penyaluran dana proyek RBP REDD GCF Output 2 untuk 10 provinsi di Jakarta, Rabu, 12 Agustus 2026.
Terkait MBG, Zulhas mengakui adanya dugaan kecurangan dan penyalahgunaan dalam pelaksanaannya. Menurut dia, persoalan tersebut telah diproses secara hukum. "Banyak culas, banyak maling di situ, banyak penyalahgunaan, kita akui, diproses hukum, sudah," tegasnya.
Pemerintah kini memperketat pembenahan dan pengawasan program tersebut. Zulhas menargetkan penertiban dapat dilakukan dalam satu hingga dua bulan ke depan.
Selain MBG, pembangunan 80.000 Kopdes Merah Putih juga bukan pekerjaan mudah. Tantangan muncul karena koperasi harus dibangun hingga pelosok dengan kondisi geografis dan akses yang berbeda-beda. "Ada juga pekerjaan yang besar, membangun koperasi 80.000, tidak gampang," katanya.
Zulhas juga menyoroti regulasi yang dinilai terlalu rumit dan berbelit sebagai salah satu penghambat program pemerintah. Karena itu, pemerintah mendorong deregulasi untuk memangkas aturan yang menghambat. "Yang tidak berhasil kita minta maaf. Kita bekerja keras, kita perbaiki. Mohon doanya," pungkasnya.
Artikel Terkait
Zulhas Dorong Percepatan Swasembada Bawang Putih
Keracunan MBG di Berastagi, Korban Alami Gangguan Saraf Otak
Mantan Ketua BEM UGM Sindir Prabowo: Dicintai Rakyat atau Dipuja Penjilat?
Kesejahteraan Guru dan Prioritas Anggaran Pendidikan: Saatnya Negara Tidak Pelit di Ruang Kelas