Keracunan MBG di Berastagi, Korban Alami Gangguan Saraf Otak

- Kamis, 20 Agustus 2026 | 09:20 WIB
Keracunan MBG di Berastagi, Korban Alami Gangguan Saraf Otak

Kondisi Krismas Dayanti Sihite, salah satu korban keracunan massal program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Berastagi, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, dilaporkan semakin memprihatinkan. Pihak keluarga mengungkapkan bahwa korban mengalami gangguan saraf otak yang memicu berbagai masalah fisik serius.

Peristiwa yang terjadi pada Kamis, 13 Agustus 2026 itu menyebabkan ratusan siswa SMA dan SMK di Berastagi bertumbangan setelah mengonsumsi menu MBG. Sekitar 353 pelajar dari beberapa sekolah, termasuk SMA Negeri 1 Berastagi, SMK Negeri 1 Berastagi, dan SMA Bersama Berastagi, menjadi korban.

Orang tua korban, Pak Sihite, menyampaikan kesedihannya saat menceritakan penderitaan sang anak. Menurut keterangan dokter yang menanganinya, keracunan tersebut berdampak langsung pada sistem saraf otak korban.

"Kata dokter, saraf otak anak saya bermasalah. Lehernya seperti terjepit, bahkan untuk minum saja lehernya harus ditarik terlebih dahulu agar air bisa masuk. Ia juga mengeluhkan rasa panas yang membakar dari perut hingga ke ulu hati," tutur Pak Sihite dengan nada penuh duka.

Selain gangguan pada area leher dan pencernaan, korban hingga saat ini belum mampu berkomunikasi secara verbal. Setiap kali mencoba mengonsumsi makanan, korban selalu mengalami muntah-muntah. Kondisi psikologis dan fisik korban yang belum stabil juga sering memicu teriakan histeris di tengah malam.

Pak Sihite menceritakan bahwa dalam satu malam, anaknya bisa menjerit hingga tiga kali sampai membuat perawat memanggilnya ke ruang perawatan. Kondisi kritis yang berkepanjangan ini tak ayal membuat pihak keluarga merasa sangat terpukul dan berada dalam titik kejenuhan serta kebingungan yang mendalam.

Kasus keracunan massal MBG ini kini menjadi perhatian serius pihak medis setempat untuk penanganan intensif lebih lanjut.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags