Harga Minyak Mentah Naik ke Level Tertinggi Tiga Pekan, Dipicu Ketegangan UEA-Iran

- Kamis, 20 Agustus 2026 | 09:36 WIB
Harga Minyak Mentah Naik ke Level Tertinggi Tiga Pekan, Dipicu Ketegangan UEA-Iran

Harga minyak mentah melonjak ke level tertinggi dalam lebih dari tiga pekan pada Rabu (19/8). Kenaikan ini didorong oleh meningkatnya konsumsi minyak mentah dari kilang-kilang Amerika Serikat serta memanasnya ketegangan antara Uni Emirat Arab (UEA) dan Iran yang memperbesar risiko gangguan pasokan di kawasan Teluk.

Mengutip data Bloomberg, harga minyak mentah jenis Brent untuk pengiriman Oktober naik 0,7 persen dan ditutup pada level USD 91,62 per barel. Sementara itu, West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman September menguat 1,1 persen menjadi USD 85,83 per barel.

Ketegangan regional meningkat setelah UEA memutuskan seluruh hubungan ekonomi dengan Iran, menyusul tuduhan bahwa Iran menembakkan rudal balistik ke wilayahnya. Eskalasi ini terjadi di tengah pernyataan Presiden AS Donald Trump yang menegaskan tidak ada pembicaraan dengan Iran untuk mengakhiri konflik yang telah mengganggu pasar energi global.

"Kombinasi eskalasi antara UEA dan Iran, ditambah dengan pasar yang semakin memperhitungkan skenario penutupan yang lebih lama, membuat minyak dan produk olahan tetap didukung," ujar Arne Lohmann Rasmussen, kepala analis di Manajemen Risiko Global.

Di sisi lain, data pemerintah AS menunjukkan tingkat operasional kilang meningkat ke titik tertinggi sejak September 2019, terutama didorong oleh aktivitas di kawasan Pantai Teluk. Hal ini mungkin menjelaskan mengapa harga minyak justru naik tipis meskipun stok minyak mentah domestik bertambah 4,4 juta barel pada pekan lalu.

Adapun persediaan distilat turun 1,5 juta barel ke level terendah dalam sebulan terakhir, menurut laporan Administrasi Informasi Energi AS. Harga bahan bakar, khususnya solar, mengalami kenaikan yang lebih tajam dibandingkan minyak mentah. Perang antara Rusia dan Ukraina turut memperketat pasar energi setelah sejumlah serangan terhadap kilang.

Margin produksi solar dari minyak mentah di AS telah mencapai USD 100 per barel, mencetak rekor tertinggi sepanjang masa. Di Eropa, harga gasoil futures melonjak lebih dari dua kali lipat sepanjang tahun ini.

Sementara itu, tiga kapal tanker super yang terkait dengan China berbalik arah di Selat Hormuz, menyoroti tingginya risiko di titik kritis tersebut. Pada Selasa, Inggris melaporkan sebuah kapal yang meninggalkan selat terkena proyektil, menyebabkan satu korban jiwa.

Meski demikian, produsen Teluk Persia terus mengangkut minyak melalui Hormuz secara diam-diam untuk menjangkau pembeli global. Langkah ini membantu menahan harga agar tidak melonjak lebih tinggi, seperti yang sempat dikhawatirkan banyak pihak pada awal konflik jika gejolak berlanjut hingga musim panas.

Ketika gencatan senjata 60 hari antara AS dan Iran berakhir, sejumlah pedagang memilih melepas posisi beli (long) untuk menghindari risiko jika terjadi deeskalasi mendadak. Keputusan ini juga turut menahan laju kenaikan harga.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.