Heru Anggara, seorang pria yang mengalami kebangkrutan akibat investasi kripto, didakwa melakukan pembunuhan terhadap anak berinisial MAH (9), putra dari politikus PKS Cilegon, Maman Suherman. Peristiwa tragis ini bermula dari niat Heru untuk melakukan pencurian dengan memilih rumah secara acak.
Dalam dakwaan yang dibacakan jaksa penuntut umum Kejari Cilegon, Kamis (20/8/2026), terungkap bahwa Heru awalnya berencana merampok bank pada 16 Desember 2025. Namun, rencana itu batal karena mobil perusahaan yang digunakannya harus dikembalikan. Ia kemudian mengalihkan sasarannya ke rumah-rumah warga.
"Terdakwa berniat mencari rumah di kompleks sebagai target pencurian melalui Google Maps," ujar jaksa dalam dakwaannya.
Heru berkeliling dari satu perumahan ke perumahan lain untuk mencari rumah yang sepi. Sekitar pukul 13.17 WIB, ia tiba di kediaman Maman. Setelah memarkirkan motornya di portal perumahan, ia mencoba memencet bel rumah untuk memastikan apakah ada penghuni di dalam.
"Selanjutnya, terdakwa menekan bel rumah tersebut sebanyak empat kali untuk memastikan apakah rumah tersebut dalam keadaan sepi (kosong) atau tidak. Setelah menekan bel rumah tersebut, tidak ada respons dari dalam rumah," kata jaksa.
Sayangnya, dugaan bahwa rumah itu kosong ternyata keliru. MAH yang berada di dalam rumah menjadi korban keganasan Heru. Peristiwa ini menyisakan duka mendalam bagi keluarga korban dan menjadi pengingat akan bahaya kejahatan yang dipicu oleh tekanan ekonomi.
Artikel Terkait
Motif Pembunuhan Anak Politisi PKS Terungkap: Bangkrut Akibat Kripto
Buronan Pembunuhan 4 Tahun di OKU Timur Akhirnya Diringkus di Ogan Ilir
Jenazah Pria Hilang 42 Hari Ditemukan di Bukit Kroya Cilegon
Polisi Ungkap Kejanggalan Kematian Wanita di Tangerang, Ternyata Dibunuh Pacar