Perjalanan kereta rel listrik (KRL) di lintas Bogor dan Tangerang sempat terganggu pada Kamis pagi akibat dua insiden terpisah. Kereta yang melaju di lintas Bogor menabrak seseorang, sementara di lintas Tangerang menabrak sepeda motor di perlintasan tidak resmi. KAI Commuter Indonesia (KCI) memastikan layanan kembali normal pada siang hari dan menyampaikan permohonan maaf kepada pengguna.
"Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan dan keterlambatan perjalanannya. Siang ini operasional layanan Commuter Line pada lintas tersebut sudah kembali normal," ujar Direktur KAI Commuter Purnomo Sidi dalam keterangan resminya.
Insiden pertama terjadi pada Commuter Line No. 1183 relasi Bogor-Jakarta Kota yang menabrak seseorang di kawasan Tebet, Jakarta Selatan. Akibat kejadian tersebut, rangkaian KRL mengalami kerusakan pada pipa angin di sistem pengereman. Rangkaian kemudian dievakuasi menggunakan kereta penolong untuk diperbaiki di Depo KRL Bukit Duri. Proses evakuasi ini membuat jalur rel antara Pasar Minggu dan Manggarai tidak dapat dilalui, sehingga perjalanan sempat dialihkan menggunakan satu jalur.
Sementara itu, di lintas Tangerang, Commuter Line No. 1914 relasi Duri-Tangerang menabrak sepeda motor yang melintas di perlintasan tidak resmi antara Stasiun Rawabuaya dan Batu Ceper. Bagian kabin depan KRL rusak akibat tabrakan tersebut. Perjalanan di lintas Rawabuaya-Batu Ceper juga sempat diberlakukan satu jalur.
"Petugas langsung menuju lokasi untuk melakukan pemeriksaan dan perbaikan awal guna memastikan perjalanan KRL dapat kembali berlangsung dengan aman," kata Purnomo.
Artikel Terkait
Dua Orang Tewas Tertemper KRL di Jakarta dalam Waktu Bersamaan
KRL Bogor-Jakarta Kota Terhambat Usai Warga Tertabrak di Tebet, Penumpang Diarahkan Pindah Peron
Lansia 80 Tahun Tewas Tertemper KRL di Tebet
KRL Bogor dan Tangerang Alami Keterlambatan, KAI Commuter Terapkan Rekayasa Pola Operasi