Perjalanan KRL lintas Bogor-Jakarta Kota sempat terganggu pada Kamis pagi (20/8/2026) setelah seorang warga tertabrak kereta di kawasan Tebet. Insiden itu memaksa petugas melakukan rekayasa perjalanan dengan hanya menggunakan satu jalur, yang berimbas pada kepadatan penumpang di Stasiun Tebet.
Salah seorang penumpang, Ega, menuturkan kereta yang ditumpanginya berhenti di Stasiun Tebet dan penumpang diarahkan untuk pindah ke peron yang biasanya melayani perjalanan ke arah Bogor. Padahal, ia hendak menuju kawasan Juanda, Jakarta Pusat, untuk bekerja.
"Tadi saya alami sendiri. Sampai ke Stasiun Tebet jam 07.30 itu orang sudah penuh banget. Jadi rute Jakarta Kota yang biasanya peron 2 dialihkan ke peron 1," ujar Ega saat dihubungi.
Pemindahan peron tersebut membuat penumpang tujuan Bogor dan Jakarta Kota bercampur dalam satu peron, sehingga suasana semakin sesak. Ega menggambarkan penumpang harus berdesakan untuk bisa naik ke kereta yang datang.
"Tadi lewat peron 1, semakin berdesakan karena penumpang tujuan Bogor maupun Kota di situ semua," katanya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak KAI Commuter mengenai kronologi lengkap kejadian dan dampak yang ditimbulkan. Namun, rekayasa perjalanan ini sempat membuat sejumlah penumpang terlambat mencapai tujuan.
Artikel Terkait
Dua Orang Tewas Tertemper KRL di Jakarta, Polisi Pastikan Kecelakaan
Dua Orang Tewas Tertemper KRL di Tebet dan Kalideres
KAI Commuter Imbau Keselamatan Usai Dua KRL Tertemper
Kecelakaan di Perlintasan Liar Ganggu Perjalanan Commuter Line Tangerang dan Bogor