Poster-Poster Kreatif Mahasiswa BEM UI Warnai Aksi MerebutKemerdekaan

- Selasa, 18 Agustus 2026 | 19:31 WIB
Poster-Poster Kreatif Mahasiswa BEM UI Warnai Aksi MerebutKemerdekaan

Ribuan mahasiswa yang tergabung dalam aksi MerebutKemerdekaan di kawasan Sudirman-Thamrin, Selasa (18/8/2026), tidak hanya membawa teriakan lantang, tetapi juga sederet poster kreatif yang menjadi sorotan. Di tengah kepungan barikade polisi, poster-poster buatan tangan itu tampil mencolok, mewakili kegelisahan mahasiswa dan masyarakat luas.

Berbagai isu diangkat melalui poster-poster tersebut, mulai dari ekonomi, pendidikan, hingga penegakan hukum. Sebuah poster bertuliskan "Turunkan Harga Bahan Pokok" dengan warna merah mencolok menjadi salah satu yang paling terlihat. Sementara itu, kelompok mahasiswa dari Serikat Perempuan Indonesia (Seruni-UI) mengangkat poster bertuliskan "Pendidikan & Kesehatan Gratis u/ Rakyat" berulang kali, menuntut negara hadir dalam pemenuhan hak dasar warga.

Tak hanya itu, kreativitas mahasiswa juga tertuang dalam poster-poster satir yang menyindir kebijakan pemerintah. Salah satu yang menarik perhatian adalah kritik terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG). Front Mahasiswa Nasional (FMN) membawa poster bertuliskan "Usut Tuntas Mega Korupsi MBG" dan "Program T*i Ledik 271 T/thn". Poster lainnya juga menyerukan "Stop Program MBG, BGN dan SPPG dan KDMP" dengan tegas.

Isu kemanusiaan dan keadilan juga tidak luput dari sorotan. Sebuah poster memperlihatkan wajah-wajah korban dengan tulisan memilukan: "Anak-anak ini tewas di tangan aparat. Setelah itu, cerita mereka diputarbalikkan." Ada pula poster yang menuntut pembubaran unit keamanan tertentu, seperti "Bubarkan Yon-TP", serta desakan agar pemerintah menetapkan status "Bencana Nasional untuk Daerah Sumatera & NTT" yang sedang dilanda krisis.

Secara keseluruhan, poster-poster ini merupakan visualisasi dari 8 tuntutan aksi MerebutKemerdekaan, yang mencakup penghentian penjajahan negara atas rakyat, penuntasan kasus korupsi, reforma agraria, hingga penghentian militerisme dan intervensi TNI-Polri dalam ruang sipil.

Meski aksi tertahan oleh barikade kepolisian dan tidak bisa mencapai Bundaran HI, poster-poster ini tetap "berteriak" nyaring, menyampaikan pesan kepada publik melalui lensa-lensa kamera yang mengabadikan setiap sudut protes.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags