Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono memastikan pihaknya tengah mengevaluasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Berastagi, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, menyusul insiden keracunan yang dialami ratusan siswa setelah mengonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG). Salah satu langkah yang dipertimbangkan adalah penerapan chemical test pada makanan di setiap SPPG.
"Ada, ada (evaluasi). Jadi keracunan ini bukan hanya misalnya dicek organoleptik dari bau, rasa, atau dicicipi, ya. Dari bau tidak ada masalah, dicicipi juga tidak ada persoalan, akhirnya dikonsumsi," kata Sudaryono di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (17/8/2026).
Setelah insiden tersebut, BGN berencana meniru metode pengujian yang telah berhasil diterapkan di SPPG yang dikelola Polri. Rencananya, setiap dapur MBG akan dilengkapi alat tes kimia untuk mendeteksi kandungan berbahaya dalam makanan.
"Jadi ini sedang kami pertimbangkan untuk kemudian di setiap dapur nanti kita lakukan test kit. Jadi dites, diberi chemical untuk mengecek apakah ada arsenik, basi, atau bahan berbahaya lainnya," ucap Sudaryono.
"Kita belajar dari keberhasilan SPPG, beberapa SPPG-salah satunya yang dikelola oleh Bhayangkari dari Polri-menggunakan test kit dan sampai saat ini tidak ada satu pun kasus keracunan. Kita tidak ingin ada yang keracunan lagi," lanjutnya.
Artikel Terkait
Mantan Ketua BEM UGM Sindir Prabowo: Dicintai Rakyat atau Dipuja Penjilat?
Kesejahteraan Guru dan Prioritas Anggaran Pendidikan: Saatnya Negara Tidak Pelit di Ruang Kelas
BEM UI Aksi di Depan Gedung UOB, Sorot MBG hingga Penanganan Bencana
Poster-Poster Kreatif Mahasiswa BEM UI Warnai Aksi MerebutKemerdekaan