Polda Metro Imbau Demo Jangan di Bundaran HI, Siapkan Lokasi Alternatif

- Selasa, 18 Agustus 2026 | 12:20 WIB
Polda Metro Imbau Demo Jangan di Bundaran HI, Siapkan Lokasi Alternatif

Polda Metro Jaya meminta kelompok massa yang ingin menyampaikan aspirasi tidak menggelar aksi di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat. Polisi menilai kawasan tersebut merupakan pusat kegiatan masyarakat dan perekonomian yang harus dijaga ketertibannya.

"Kita sama-sama mengetahui bahwa Bundaran HI, Patung Kuda, Semanggi, Sudirman ini merupakan center of gravity yang ada di wilayah Jakarta. Pusat perekonomian, perhotelan internasional, pusat kegiatan aktivitas masyarakat, di mana pusat perbelanjaan, moda transportasi," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto kepada wartawan, Selasa (18/8/2026).

Budi menjelaskan, apabila lokasi-lokasi tersebut dijadikan tempat aksi, dikhawatirkan akan mengganggu aktivitas warga. Ia pun mengimbau agar aksi digelar di titik-titik lain yang telah disiapkan.

"Apabila tempat-tempat ini dijadikan tempat penyampaian aspirasi akan mengganggu kegiatan masyarakat lainnya. Kita harus membangun empati, kita harus berpikir bahwa kegiatan aktivitas masyarakatnya juga hal yang penting," ujarnya.

Polisi telah menyiapkan sejumlah lokasi alternatif bagi para pengunjuk rasa. "DPR RI disiapkan lokasi di DPR RI. Jika ke Istana disiapkan di Silang selatan Monas dan beberapa titik lain di kementrian kelembagaan juga mempersiapkan lokasinya," imbuh Budi.

Meski demikian, Polda Metro Jaya tetap mengapresiasi niat masyarakat untuk menyampaikan aspirasi. Budi menegaskan pihaknya siap mengawal jalannya aksi agar tertib dan sesuai aturan.

"Polda Metro Jaya dan Kodam Jaya sangat mengapresiasi bagi masyarakat, elemen masyarakat yang ingin melakukan kegiatan penyampaian aspirasi di muka publik. Dengan adanya pemberitahuan, maka kami akan mempersiapkan personel dalam pelaksanaan kegiatan-kegiatan," jelasnya.

Untuk mengamankan aksi, Polda Metro Jaya menerjunkan 9.242 personel. Mereka akan mengawal 31 aksi unjuk rasa dan 16 kegiatan masyarakat di wilayah hukum Polda Metro Jaya.

Sebagai informasi, Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) dijadwalkan menggelar aksi di Bundaran HI hari ini. Ketua BEM UI, Yatalatof Imawan, menyampaikan permohonan maaf kepada warga Jakarta apabila aksi tersebut menimbulkan kemacetan.

"Kepada warga Jakarta, kami mohon maaf atas kemacetan hari ini. Namun ingat: kemacetan lalu lintas ini hanya beberapa jam, sedangkan kemacetan struktural, kemacetan lapangan kerja, dan kemacetan keadilan yang dipaksakan sudah delapan puluh satu tahun dan terus memburuk," kata Yatalatof, Selasa (18/8/2026).

Dalam aksi bertajuk MerebutKemerdekaan itu, BEM UI membawa delapan tuntutan, yaitu:

1. Hentikan penjajahan negara atas rakyat sendiri
2. Hentikan Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN)
3. Wujudkan reforma agraria sejati
4. Turunkan harga kebutuhan pokok dan BBM
5. Evaluasi total PSN serta hentikan MBG dan KDMP
6. Hentikan pemusatan kekuasaan, pemangkasan Transfer ke Daerah (TKD), dan kembalikan otonomi daerah
7. Tetapkan status bencana nasional untuk daerah Sumatra dan Flores serta percepat pemulihan wilayah terdampak bencana
8. Hentikan represifitas dan intervensi TNI-Polri dalam ruang sipil serta bubarkan YON TP

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags