Polda Metro Jaya menggelar doa bersama untuk para korban gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Personel juga mengenakan pita hitam di lengan sebagai tanda berkabung.
Doa bersama dan pemasangan pita hitam dilakukan saat apel pagi di Lapangan Presisi Ditlantas Polda Metro Jaya, Selasa (18/8/2026). Kepala Operasional Polda Metro Jaya, Kombes Laode Aries, menjelaskan bahwa gempa yang terjadi pada 15 Agustus lalu melanda tiga wilayah, yaitu Sumatera Utara, Sulawesi, dan NTT. Namun, dampak terparah dengan korban jiwa dan kerugian harta benda terbesar terjadi di NTT.
"Mungkin banyak yang bertanya-tanya saat ini kita memakai pita hitam, ya. Bahwa tanggal 15 kemarin terjadi bencana gempa bumi di tiga wilayah, Sumatera Utara, Sulawesi, dan Nusa Tenggara Timur. Tetapi yang lebih parah dan banyak korban jiwa, harta benda ini di Nusa Tenggara Timur," ujarnya.
"Oleh karena itu, sebelum kita melaksanakan tugas nantinya, bahwa kita hadir di tengah-tengah masyarakat tetap berempati, tetap berduka atas saudara-saudara kita, rekan-rekan kita, adik-adik kita, anak-anak kita yang ada di daerah bencana," sambungnya.
Artikel Terkait
Polda Metro Jaya Kerahkan 9.242 Personel Amankan 31 Aksi Demo di Jakarta
Polda Metro Imbau Demo Jangan di Bundaran HI, Siapkan Lokasi Alternatif
Polisi Amankan 21 Orang Bawa Flare dan Botol Diduga Molotov Jelang Aksi di Jakarta
Granat Aktif Ditemukan Pemulung di Tambun Selatan, Tim Jibom Polda Metro Jaya Turun Tangan