Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir, kembali memicu kontroversi dengan pernyataan radikalnya. Dalam sebuah wawancara podcast, ia secara terbuka menyerukan pembunuhan terhadap 30-40 warga Gaza setiap malam.
Pernyataan itu disampaikan Ben-Gvir dalam podcast "October 8" bersama Rom Braslavski, seorang tentara Israel yang pernah disandera Hamas di Jalur Gaza. Wawancara tersebut ditayangkan pada Sabtu (15/8) malam, namun komentar Ben-Gvir baru beredar luas pada Minggu (16/8) dan dengan cepat dibagikan oleh media-media Palestina.
Dalam perbincangan itu, keduanya membahas upaya pemulihan Israel pascaserangan Hamas pada 7 Oktober 2023. Ben-Gvir mengkritik langkah Perdana Menteri Benjamin Netanyahu yang baru-baru ini mengurangi intensitas serangan di Jalur Gaza.
"Bukan rahasia lagi, saya tidak sependapat dengan Perdana Menteri," cetus Ben-Gvir.
"Menurut saya, kita perlu melancarkan serangan-serangan terarah di Gaza setiap malam, melenyapkan 30 atau 40 orang -- bukan hanya mereka yang membahayakan kita pada saat itu," katanya.
Ia menegaskan Israel seharusnya tidak membatasi serangannya hanya pada pihak-pihak yang "menimbulkan ancaman langsung" di Jalur Gaza.
"Ada orang-orang di sana yang tidak layak hidup. Mereka tidak seharusnya hidup. Mereka bahkan bukan manusia," ujar Ben-Gvir yang memimpin Partai Jewish Power yang beraliran sayap kanan jauh.
Artikel Terkait
Kushner Tinggalkan Yerusalem Tanpa Terobosan, Gencatan Senjata Gaza Masih Jauh
Kapal Aktivis Berlayar dari Bristol untuk Tembus Blokade Gaza
Sinyal Perubahan: Dari Ancaman Fidan hingga Pertemuan Kushner dengan Hamas
Netanyahu dan Kushner Berseberangan Soal Operasi Pembunuhan di Gaza