Jenderal Rusia Peringatkan Risiko Besar bagi Israel jika Konflik Meluas

- Kamis, 20 Agustus 2026 | 06:00 WIB
Jenderal Rusia Peringatkan Risiko Besar bagi Israel jika Konflik Meluas

Seorang jenderal senior Rusia memperingatkan bahwa konflik yang terus meluas di Asia Barat berpotensi menimbulkan konsekuensi besar bagi Israel. Letnan Jenderal Apti Alaudinov, Wakil Kepala Direktorat Militer-Politik Utama Angkatan Bersenjata Rusia sekaligus komandan pasukan khusus Akhmat, menyatakan bahwa eskalasi perang yang melibatkan Amerika Serikat dan negara-negara NATO dapat membuat Israel lenyap sebagai sebuah negara.

Pernyataan tersebut disampaikan Alaudinov di tengah ketegangan yang masih tinggi di kawasan, menyusul rangkaian konflik antara Israel, Iran, dan keterlibatan Amerika Serikat. Menurutnya, perang di kawasan belum menunjukkan tanda-tanda mereda dan justru berpotensi meluas. Ia menuduh Israel berupaya menarik Washington dan negara-negara NATO lebih jauh ke dalam konflik yang sedang berlangsung.

Dalam wawancaranya, Alaudinov menegaskan, “Kita harus menyadari bahwa perang di Timur Tengah hanya akan semakin meningkat. Saya percaya bahwa tujuan Israel adalah memperbesar konflik semaksimal mungkin dan menyeret Amerika Serikat serta seluruh blok NATO ke dalamnya. Pada akhirnya, mereka bisa melebih-lebihkan kekuatan mereka dan berhenti eksis sebagai sebuah negara.”

Pernyataan ini merupakan pandangan pribadi pejabat militer Rusia dan belum mendapat tanggapan resmi dari pemerintah Israel. Komentar Alaudinov muncul di tengah hubungan Rusia dan Israel yang semakin kompleks sejak perang di Ukraina serta meningkatnya ketegangan di Asia Barat. Rusia sebelumnya beberapa kali menyerukan penyelesaian diplomatik dan mengkritik serangan terhadap Iran yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel pada awal 2026.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova, sebelumnya menyatakan bahwa Moskow “sangat prihatin” terhadap eskalasi konflik dan meminta semua pihak segera menghentikan serangan militer. Sejumlah analis menilai pernyataan Alaudinov juga mencerminkan kekhawatiran yang lebih luas mengenai dampak perang berkepanjangan terhadap stabilitas kawasan. Bahkan, mantan jenderal Israel Itzhak Brik pada awal 2026 pernah memperingatkan bahwa perpecahan internal dan isolasi internasional dapat menjadi ancaman serius bagi masa depan Israel jika konflik terus berlanjut.

Hingga kini, pemerintah Israel belum mengeluarkan tanggapan resmi terhadap komentar jenderal Rusia tersebut. Sementara itu, konflik di Asia Barat masih berlangsung dengan sejumlah front yang melibatkan Gaza, Lebanon, Suriah, dan ketegangan antara Iran dengan Israel.

Asia Barat

Asia Barat, atau yang sering dikenal sebagai Asia Barat Daya dan Timur Tengah, adalah wilayah geografis yang terletak di bagian paling barat benua Asia. Wilayah ini berbatasan langsung dengan benua Afrika di sebelah barat dan benua Eropa di sebelah utara. Kawasan ini sangat strategis karena dikelilingi oleh perairan penting seperti Laut Mediterania, Laut Merah, Teluk Persia, dan Laut Kaspia. Secara ekonomi, Asia Barat merupakan salah satu penghasil utama minyak bumi dan gas alam dunia.

Berikut adalah pembagian daftar negara di kawasan Asia Barat beserta ibu kotanya:

Kawasan Semenanjung Arab

  • Arab Saudi – Riyadh
  • Uni Emirat Arab – Abu Dhabi
  • Qatar – Doha
  • Oman – Muscat
  • Yaman – Sana'a
  • Kuwait – Kuwait City
  • Bahrain – Manama

Kawasan Levant & Mesopotamia

  • Irak – Bagdad
  • Suriah – Damaskus
  • Yordania – Amman
  • Lebanon – Beirut
  • Palestina – Yerusalem Timur / Ramallah
  • Israel – Tel Aviv

Kawasan Anatolia, Dataran Tinggi Iran & Pulau Mediterania

  • Turki – Ankara
  • Iran – Teheran
  • Siprus – Nicosia

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags