Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir, memicu gelombang kecaman setelah secara terbuka menyerukan pembunuhan puluhan warga Gaza setiap malam. Pernyataan kontroversial itu disampaikan dalam sebuah wawancara podcast, Jumat (21/8/2026).
Dalam wawancara dengan Rom Braslavski, seorang tentara Israel yang pernah disandera Hamas, Ben-Gvir mengkritik keputusan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu yang mengurangi intensitas serangan di Jalur Gaza. Menurutnya, Israel harus melancarkan serangan terarah setiap malam untuk melenyapkan 30 hingga 40 orang.
"Bukan rahasia lagi, saya tidak sependapat dengan Perdana Menteri," ujar Ben-Gvir. Ia kemudian menegaskan, "Menurut saya, kita perlu melancarkan serangan-serangan terarah di Gaza setiap malam, melenyapkan 30 atau 40 orang -- bukan hanya mereka yang membahayakan kita pada saat itu."
Pernyataan ini langsung menuai kecaman luas, baik dari dalam maupun luar negeri. Para pengamat menilai seruan tersebut melanggar hukum humaniter internasional dan semakin memperburuk situasi di Gaza yang sudah memprihatinkan.
Artikel Terkait
Turki Minta Interpol Terbitkan Red Notice untuk Netanyahu
Israel Tuding Erdogan Bawa Turki ke Petualangan Berbahaya di Suriah
Serangan Udara Israel Tewaskan 6 Warga Palestina di Gaza
Kushner Tinggalkan Yerusalem Tanpa Terobosan, Gencatan Senjata Gaza Masih Jauh