Serangan udara Israel kembali menewaskan warga sipil Palestina di Jalur Gaza. Pada Selasa (19/8/2026), dua rudal Israel menghantam sebuah kafe kecil di pelabuhan perikanan di barat Kota Gaza, menewaskan sedikitnya enam orang dan melukai 14 lainnya.
Serangan ini terjadi sehari setelah utusan khusus Donald Trump, Jared Kushner, berkunjung ke wilayah tersebut untuk mendorong kesepakatan damai. Kushner bertemu dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, namun upaya tersebut berakhir tanpa hasil. Rencana perdamaian yang digagas Trump untuk Gaza gagal mencapai kesepakatan.
Selain bertemu dengan Netanyahu, Kushner juga menemui mediator dan pemimpin Hamas di Mesir untuk membahas cara meningkatkan implementasi peta jalan baru Trump. Namun, baik Hamas maupun Israel tetap bertahan pada tuntutan masing-masing, sehingga jalan menuju gencatan senjata masih terjal.
Sementara itu, seorang pejabat Israel menyatakan bahwa Netanyahu akan mengerahkan militernya untuk terus beroperasi di Gaza dan tidak ada rencana penarikan pasukan Israel. Hal ini menunjukkan bahwa konflik masih jauh dari kata usai.
Artikel Terkait
Israel Tuding Erdogan Bawa Turki ke Petualangan Berbahaya di Suriah
Kushner Tinggalkan Yerusalem Tanpa Terobosan, Gencatan Senjata Gaza Masih Jauh
Netanyahu dan Kushner Berseberangan Soal Operasi Pembunuhan di Gaza
Hamas Desak AS Tekan Israel Terima Rencana Damai Gaza