Sebuah serangan terjadi di wilayah perbatasan Rusia, tepatnya di Belgorod. Sasaran kali ini adalah sebuah minibus yang membawa penumpang. Akibatnya, tiga orang dilaporkan tewas, sementara delapan lainnya mengalami luka-luka.
Kejadian ini sontak memicu pernyataan dari pihak setempat. Sejak invasi besar-besaran ke Ukraina pada Februari 2022, Rusia memang gencar membombardir infrastruktur penting di negara tetangganya itu. Di sisi lain, Ukraina mengklaim bahwa serangan drone mereka lebih diarahkan pada sasaran infrastruktur energi milik Rusia.
Namun begitu, tuduhan balik terus dilontarkan Moskow. Mereka berkali-kali menuding Kyiv melakukan serangan yang berujung pada jatuhnya korban jiwa dari kalangan warga sipil.
Gubernur regional Belgorod, Vyacheslav Gladkov, angkat bicara melalui kanal Telegram resminya. Dalam pernyataan yang dikutip dari kantor berita asing, ia menulis dengan nada geram.
"Musuh sengaja menyerang bus penumpang di desa Voznesenovka," tulisnya. Ia kemudian menambahkan, "Tiga wanita meninggal seketika akibat luka-luka mereka."
Delapan orang yang selamat namun terluka langsung dilarikan ke rumah sakit. Kondisi mereka bervariasi, ada yang masih bisa ditangani, tapi ada juga yang cukup kritis.
"Dua di antaranya, sayangnya, dalam kondisi serius," sambung Gladkov, seolah menggambarkan situasi yang memang tidak mudah.
Untuk memperkuat laporannya, ia mengunggah sebuah foto. Gambar itu memperlihatkan sebuah minibus putih dengan kaca jendela yang hancur berkeping-keping. Pecahan kaca terlihat berserakan di anak tangga pintu masuk, meninggalkan kesan sunyi dan mencekam.
Artikel Terkait
Bandara APT Pranoto Samarinda Jajaki Kerja Sama dengan AirAsia untuk Buka Rute Baru
Kimmich Syok: PSG Hajar Bayern 5-4 di Semifinal Liga Champions
Haji 2026 Tetap Berjalan, Menteri Jamin Keamanan Jemaah di Tengah Ketegangan Timur Tengah
Talud TPU di Ambon Ambruk Diterjang Longsor, Sepuluh Kerangka Manusia Berserakan