Kesepakatan yang telah lama dinantikan untuk mengakhiri perang di Timur Tengah dijadwalkan akan ditandatangani pada hari Minggu, demikian pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Namun, klaim tersebut langsung dibantah oleh Garda Revolusi Iran (IRGC), menimbulkan ketidakpastian baru di tengah harapan akan meredanya ketegangan geopolitik di kawasan.
Dalam unggahannya di platform Truth Social pada Sabtu (13/6), Trump menegaskan bahwa penandatanganan kesepakatan itu akan membuka kembali Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang menjadi urat nadi perdagangan energi dunia. “Kesepakatan itu dijadwalkan akan ditandatangani besok, dan segera setelah ditandatangani, Selat Hormuz TERBUKA UNTUK SEMUA,” tulis Trump dengan huruf kapital penuh, menekankan urgensi dan optimisme atas langkah tersebut.
Pernyataan Presiden AS itu memicu perhatian internasional mengingat peran vital Selat Hormuz dalam distribusi minyak dan gas global. Pembukaan kembali jalur pelayaran tersebut dinilai dapat membantu meredakan ketegangan sekaligus menjaga stabilitas pasokan energi dunia yang sempat terganggu akibat konflik berkepanjangan.
Sementara itu, sikap Iran tampaknya belum sejalan dengan klaim Trump. Kementerian Luar Negeri Iran sebelumnya mengindikasikan bahwa kesepakatan tidak akan ditandatangani pada hari yang disebutkan. Di Teheran, pemerintah Iran menyatakan sebagian besar isu dalam negosiasi telah mencapai titik temu, namun prosesnya masih berada pada tahap akhir peninjauan internal.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, dalam pernyataannya di televisi pemerintah pada Sabtu (13/6), mengungkapkan bahwa kesepahaman telah tercapai pada sebagian besar isu. “Saat ini, kami berada di tahap akhir peninjauan internal,” ujarnya.
Menurut Baghaei, sejumlah lembaga terkait di Iran masih melakukan pembahasan untuk menentukan posisi akhir negara tersebut terhadap draf yang telah disusun. Ia juga menolak mengonfirmasi berbagai laporan yang beredar mengenai isi kesepakatan dengan alasan detailnya baru akan diumumkan setelah proses finalisasi selesai. Pernyataan ini mempertegas bahwa meskipun ada kemajuan, Iran belum siap untuk menandatangani kesepakatan dalam waktu dekat seperti yang diklaim Trump.
Artikel Terkait
Presiden Prabowo Bahas Laporan Investasi Global Bersama Kabinet di Kediaman Pribadi
Presiden Prabowo Terima Laporan Langsung Rosan Soal Lonjakan Kepercayaan Investor Global ke Indonesia
Kejagung Tetapkan Lima Tersangka Korupsi Tata Kelola Program Makan Bergizi Gratis
KSP Dorong Perpres Pengelolaan Koperasi Merah Putih Segera Terbit