Samarinda Bandara APT Pranoto Samarinda, Kalimantan Timur, lagi-lagi coba melebarkan sayap. Kali ini, pengelolanya menggoda AirAsia untuk membuka rute baru. Bukan sekadar basa-basi, mereka serius menawarkan kerja sama. “Perluasan koneksi dengan maskapai adalah untuk saling bertukar informasi dan membuka peluang kolaborasi yang saling menguntungkan dalam mendukung pertumbuhan transportasi udara di Kalimantan Timur,” ujar Roslan, Kepala Seksi Pelayanan dan Kerjasama Bandara APT Pranoto. Pernyataan itu ia sampaikan dalam wawancara dengan Antara, Rabu, 29 April 2026. Manajemen bandara bahkan sudah turun langsung. Mereka mendatangi kantor AirAsia. Tujuannya? Selain mempererat silaturahmi, ya biar komunikasi antarlembaga makin cair. Gak cuma formalitas, mereka juga bahas potensi penumpang harian dan dukungan operasional. Roslan juga membeberkan keunggulan bandara. Soal jangkauan, misalnya bandara ini melayani lima kabupaten dan kota di sekitarnya. Diskusi pun makin panas saat mereka mengupas soal sinergi promosi. Harapannya, tingkat keterisian penumpang bisa terdongkrak. Saat ini, Bandara Samarinda sudah punya enam maskapai aktif. Ada Garuda Indonesia, Batik Air, Citilink, Super Air Jet, Wings Air, dan Smart Aviation untuk rute perintis. Tapi yang paling ramai? Jakarta. “Rute penerbangan terbanyak yang dilayani dari bandara ini adalah tujuan Jakarta dengan frekuensi empat kali sehari,” ungkap Roslan. Ngomong-ngomong soal fasilitas, mereka juga gak main-main. Selain urusan infrastruktur besar, bandara ini juga mikirin detail kecil yang kadang luput. Ruang menyusui, ruang kerja buat penumpang yang masih sibuk, sampai mesin pelaporan mandiri semua ada. Bahkan, ada arena bermain anak, Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum, dan parkir inap. “Semoga langkah ini menjadi awal kolaborasi yang membawa manfaat besar bagi penerbangan dan seluruh pengguna jasa di Kalimantan Timur,” harap Roslan.
Artikel Terkait
Sengketa Internal FSPMI Berujung ke PN Jakarta Timur, Mediasi Dinilai Terhambat karena Tergugat Tak Kooperatif
Polisi Tetapkan Dua Pengasuh Baru sebagai Tersangka Penganiayaan Bayi di Daycare Banda Aceh
MTI: Sistem Persinyalan Jadi Akar Masalah Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur
Wamendagri Dorong Aglomerasi Berbasis Sektoral untuk Atasi Masalah Perkotaan