Isu tentang keterlibatan Arab Saudi dalam serangan AS ke Iran belakangan ini ramai diperbincangkan. Rumor yang beredar menyebut, ada upaya lobi dari Riyadh kepada Gedung Putih. Intinya, otoritas Saudi diduga mendorong Presiden Donald Trump kala itu untuk mengambil tindakan militer terhadap Iran.
Laporan mendalam dari The Washington Post ikut memicu gelombang spekulasi. Media ternama AS itu mengklaim, lobi-lobi diam-diam telah berlangsung selama berminggu-minggu, bahkan berbulan-bulan. Mereka mengutip setidaknya empat sumber yang mengetahui persoalan ini.
Namun begitu, kabar tersebut langsung dibantah keras oleh pihak Kerajaan. Melalui akun media sosial X, Kedutaan Besar Saudi di Washington memberikan klarifikasi resmi.
Fahad Nazer, juru bicara kedutaan, menegaskan sikap negaranya.
"Kerajaan Arab Saudi telah konsisten dalam mendukung upaya diplomatik untuk mencapai kesepakatan yang kredibel dengan Iran," tulisnya.
Dia juga menambahkan penekanan yang sangat jelas. "Tidak pernah dalam seluruh komunikasi kami dengan pemerintahan Trump, kami melobi Presiden untuk mengadopsi kebijakan yang berbeda."
Bantahan ini, seperti dilaporkan Al Arabiya awal Maret 2026, ingin mengakhiri segala spekulasi. Posisi Saudi, menurut mereka, selalu jelas: jalur diplomasi. Di sisi lain, laporan WaPo tetap menggantungkan pertanyaan, meninggalkan ruang antara klaim sumber anonim dan penolakan resmi yang keras. Situasinya jadi agak rumit, seperti biasa.
Artikel Terkait
Polres Sukoharjo Terbitkan 150 Surat Kehilangan Dokumen untuk Korban Banjir Grogol
TB Hasanuddin Dorong Transparansi Sidang Militer Kasus Penyiraman Andrie Yunus
PDIP Tegaskan Dukungan untuk Palestina Berakar pada Amanat Konstitusi dan Hukum Internasional
Uni Eropa Desak Iran Batalkan Rencana Pungutan Biaya Transit di Selat Hormuz