Bupati Jember Resmi Jalin Kerja Sama Sister City dengan Kota Jinhua, China

- Jumat, 05 Juni 2026 | 20:00 WIB
Bupati Jember Resmi Jalin Kerja Sama Sister City dengan Kota Jinhua, China

Jabatan tangan erat mewarnai pertemuan antara Bupati Jember Muhammad Fawait dengan Konsul Jenderal Republik Rakyat China Ye Su dan Wakil Ketua Komite Konferensi Konsultatif Politik Kota Jinhua Yang Jian Ming di Pendapa Wahyawibawagraha, Jember, Selasa (2/6) lalu. Ye Su yang berkantor di Surabaya bersama rombongan disambut langsung oleh bupati yang akrab disapa Gus Fawait tersebut.

“Selamat datang di Kabupaten Jember dan semoga Bapak Ibu semua bisa betah di Jember dan bisa kembali lagi ke Kota Jember tercinta ini,” ujar Gus Fawait dalam sambutannya, sebagaimana tertuang dalam keterangan tertulis yang diterima pada Jumat (5/6/2026).

Pertemuan itu bukan sekadar seremoni diplomatik biasa. Di balik senyum dan jabatan tangan yang hangat, tersimpan agenda strategis yang menandai babak baru bagi Jember. Pemerintah Kabupaten Jember secara resmi menyepakati kerja sama Sister City dengan Kota Jinhua, menjadikan momen ini sebagai tonggak bersejarah dalam hubungan bilateral kedua daerah.

Dalam waktu kurang lebih 18 menit, Gus Fawait memaparkan potensi Jember yang dinilai layak menjadi fondasi kerja sama internasional. Ia menyebut jumlah penduduk yang mencapai 2,6 juta jiwa menjadi salah satu kekuatan utama, ditopang oleh sektor pertanian, perkebunan, pendidikan, hingga industri kreatif.

“Orang-orang pondok pesantren sudah mengenal istilah uthlubul ilma walau bish-shiin. Tuntutlah ilmu walau sampai ke negeri China,” katanya, menegaskan bahwa semangat kolaborasi sudah lama tertanam dalam tradisi lokal.

Bukan hanya soal menuntut ilmu, Gus Fawait menekankan komitmen pemerintah daerah untuk membangun kerja sama yang saling menguntungkan dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat. Jember, menurutnya, memiliki komoditas unggulan yang telah menembus pasar ekspor, seperti jagung, kopi robusta, edamame, okra, tembakau, dan cerutu. Sebagai salah satu lumbung pangan Jawa Timur, potensi ini diperkuat oleh keberadaan perguruan tinggi, sekolah, dan pondok pesantren yang menjadi pilar sumber daya manusia.

Namun, Gus Fawait tidak ingin kerja sama ini berhenti pada urusan ekonomi semata. Ia membuka peluang kolaborasi yang lebih luas di sektor pendidikan, kesehatan, perdagangan, investasi, pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), hingga pertukaran pengetahuan.

“Jadi bukan hanya Sister City, tapi Sister University, Sister School, maupun Sister Hospital yang bisa memperkuat hubungan masyarakat kedua kota sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia,” imbuhnya.

Langkah ini mendapat apresiasi dari Guru Besar Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jember, Agus Trihartono. Menurutnya, kota-kota saat ini memiliki peran yang semakin besar dalam membangun kerja sama lintas negara.

“Dan saya kira hubungan Indonesia dan Tiongkok akan menjadi salah satu hubungan paling penting di Asia pada abad ke-21,” kata Agus.

Ia menilai kerja sama ini sebagai investasi kepercayaan yang hasilnya baru akan terlihat di masa mendatang, bahkan ketika masa pemerintahan Bupati Fawait telah berakhir. “Hubungan yang dirawat baik sering kali baru menunjukkan nilainya lima, sepuluh, bahkan dua puluh tahun kemudian,” imbuhnya.

Di sisi lain, akademisi Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya Malang, Irfan Kharisma Putra, menilai kedatangan delegasi China ke Jember membawa pesan besar bagi publik. Menurutnya, kehadiran mereka menjadi tanda bahwa Jember mulai dipandang sebagai kawasan dengan peluang ekonomi, pertanian modern, industri kreatif, pariwisata, serta sumber daya manusia yang berdaya saing global.

“Ini adalah pengakuan bahwa Jember mulai diperhitungkan. Pengakuan bahwa Jember memiliki sesuatu yang menarik untuk ditawarkan kepada dunia,” pungkas Irfan.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar