Paus Leo XIV menyerukan para pemimpin dunia untuk tidak memecah belah masyarakat melalui “penyederhanaan yang mandek” demi meraih popularitas. Seruan itu disampaikan dalam kunjungannya ke Madrid, Spanyol, yang menjadi perhatian publik internasional.
Dalam pidato pembukaan kunjungannya di Spanyol, Paus Leo XIV mengajak para pemimpin untuk mendengarkan seruan dunia akan perdamaian. “Saat ini, godaan untuk meraih popularitas dengan menyulut api polarisasi tampaknya bukan berkurang, melainkan semakin besar, dan martabat manusia terus dilanggar,” kata Leo dalam pidato di hadapan Raja Felipe VI di Istana Kerajaan Madrid.
“Saya mengajak semua pihak untuk meninggalkan narasi yang memecah dan mempolarisasi realitas sosial serta sejarah, sehingga kita dapat melampaui penyederhanaan yang mandek melalui penghargaan yang produktif terhadap kompleksitas,” lanjutnya.
Paus Leo juga menyoroti peran teknologi dalam memperbesar prasangka dan melemahkan kemampuan berpikir kritis. Menurutnya, dunia saat ini sedang “berseru dari kedalaman untuk perdamaian”. Ia menyinggung sejarah Spanyol sebagai contoh hidup berdampingannya agama dan budaya secara damai, dengan merujuk pada kerja sama antara umat Kristen, Muslim, dan Yahudi pada masa abad pertengahan dalam mengembangkan pengetahuan manusia melalui penerjemahan teks Arab ke bahasa Latin, Spanyol, dan Ibrani di Sekolah Penerjemah Toledo.
“Sejarah Anda sendiri menunjukkan bahwa budaya perjumpaan, bukan konfrontasi, adalah yang menciptakan stabilitas dan kemakmuran. Pada kenyataannya, pesan perdamaian yang saat ini sayangnya dianggap sebagian orang sebagai sesuatu yang naif dan oleh sebagian lain dianggap konfrontatif, justru diterima oleh mereka yang tidak menutup diri dalam ideologi yang telah terbentuk sebelumnya, tetapi terbuka terhadap kebenaran,” ujarnya.
Paus Leo, yang sebelumnya membuat Presiden Amerika Serikat Donald Trump marah karena mengkritik kebijakan antiimigrasi dan sikapnya terkait perang Iran, dijadwalkan bertemu kelompok tunawisma di Madrid dan para migran di Kepulauan Canary. Kunjungan ini diharapkan menjadi contoh bagi dunia tentang penghormatan terhadap “setiap manusia”.
Sementara itu, ribuan orang memadati jalan-jalan pusat Madrid, sebagian mengibarkan bendera Vatikan dan Spanyol di bawah cuaca cerah saat Paus berkeliling menggunakan kendaraan terbuka. Kerumunan besar diperkirakan akan terus hadir dalam beberapa hari mendatang pada kunjungan paus pertama ke Spanyol sejak 2011.
Kunjungan Paus bertepatan dengan rangkaian konser selama sepuluh hari penyanyi Puerto Rico Bad Bunny. Sejumlah pejabat gereja setempat mengindikasikan kemungkinan adanya pertemuan antara keduanya, meski belum dikonfirmasi. Bad Bunny tampil pada Sabtu di Stadion Metropolitano milik klub Atletico Madrid, sementara Paus akan bertemu kaum muda di area luar Stadion Santiago Bernabeu, kandang rival mereka, Real Madrid.
Di sisi lain, survei tahun 2025 oleh Fundacion SM menunjukkan peningkatan minat generasi muda Spanyol terhadap Katolik. Sebanyak 28,8 persen responden menyatakan diri sebagai Katolik aktif pada 2025, meningkat dari 17,6 persen pada 2020. Paus juga sempat bercanda dalam penerbangan dari Roma bahwa dirinya sedang bersaing dengan Bad Bunny dalam menarik perhatian anak muda.
“Jika mereka dihadapkan pada pilihan: ingin melihat Bad Bunny atau ingin melihat paus, saya rasa banyak yang akan memilih Bad Bunny,” katanya. “Tapi saya juga pikir akan ada sebagian yang datang untuk melihat paus.”
Artikel Terkait
Kemenhub Percepat Penataan Regulasi Penerbangan Jelang Audit ICAO 2026-2027
Konsultan Keuangan Desak Pemerintah dan OJK Perjelas Faktor Pelemahan IHSG
Polda Riau Rampungkan 67 Jembatan di Pelosok untuk Konektivitas dan Keselamatan Warga
Polres Garut Tangkap Buron Spesialis Curanmor, 17 Sepeda Motor Disita