Kimmich Syok: PSG Hajar Bayern 5-4 di Semifinal Liga Champions

- Kamis, 30 April 2026 | 02:30 WIB
Kimmich Syok: PSG Hajar Bayern 5-4 di Semifinal Liga Champions
Berikut adalah hasil penulisan ulang artikel tersebut dengan gaya bahasa manusia yang natural, sesuai dengan instruksi yang diberikan:

Paris Joshua Kimmich masih belum percaya. Gelandang Bayern Munchen ini mengaku kaget setengah mati sama hasil pertandingan timnya melawan PSG. Gimana enggak, laga leg pertama semifinal Liga Champions yang digelar Rabu, 29 April itu berakhir dengan skor gila: 5-4 untuk kemenangan PSG. Iya, sembilan gol dalam satu pertandingan. Bukan main.

Prediksi Tempo Tinggi

Sebetulnya, Kimmich sudah punya firasat kalau laga ini bakal berlangsung cepat. Tapi, dia sendiri tidak menyangka kalau pertandingan akan meledak seperti itu. “Saya pikir seperti prediksi pertandingan ini akan berjalan cepat, tapi saya tidak menyangka akan berjalan seterbuka ini. Rasanya aneh karena kami kalah dengan selisih satu gol,” ujarnya di situs resmi klub.

Dia bilang, rasanya aneh. Mungkin maksudnya, aneh karena sudah kebobolan banyak, tapi masih bisa kejar-kejaran. Atau aneh karena pertahanan mereka jebol berkali-kali.

Bayern Biarkan PSG Bangkit

Menurut Kimmich, Bayern sebenarnya memulai laga dengan cukup baik. Tapi entah kenapa, mereka justru membiarkan PSG bangkit. Alhasil, tim tamu sempat tertinggal tiga gol lebih dulu. Baru setelah itu mereka bangkit dan memperkecil ketertinggalan menjadi satu gol saat peluit panjang dibunyikan.

“Kami sempat tertinggal tiga gol, tapi bisa bangkit, dan merasa bisa menyamakan skor. Menjelang akhir laga, Paris terlihat kelelahan, para pemain mereka mengalami kram dan mencoba mengulur waktu,” jelasnya.

Di sisi lain, Kimmich juga menyoroti masalah yang sama: gol dari bola mati. “Setelahnya, mereka bermain lebih baik dan sangat menyebalkan karena kami kebobolan lewat bola mati lagi. Kami tidak bisa membiarkan itu terus terjadi. Tapi kami menunjukkan reaksi bagus,” urainya.

Dia menambahkan, “Kami merasa punya peluang menang. Sejujurnya, saya merasa kami lebih baik dalam 15 hingga 20 menit awal dan kami perlu mencetak gol kedua, tapi malah membiarkan Paris kembali ke pertandingan akibat kesalahan saat membangun serangan.”

Intinya, Kimmich kecewa. Tapi dia juga melihat ada sisi positif: semangat juang timnya tidak mati. Meski begitu, pekerjaan rumah buat pelatih Vincent Kompany jelas menumpuk. Apalagi leg kedua sudah menunggu.

(KAH)

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar