Proses Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang SMA di Jawa Barat kembali menuai kekecewaan. Sejak Sabtu pagi hingga petang, situs resmi SPMB Jawa Barat lumpuh total, mengakibatkan para calon peserta didik dan orang tua panik. Padahal, berdasarkan jadwal yang telah ditentukan, hari itu merupakan pengumuman resmi hasil kelulusan yang seharusnya sudah bisa diakses oleh masyarakat melalui situs tersebut.
Karut-marut proses penerimaan siswa baru tahun ini langsung mengundang gelombang kritik keras dari berbagai pihak, mulai dari orang tua murid hingga para akademisi dan pengamat pendidikan. Dosen Ilmu Pendidikan UIN Cirebon, Heru Mudiyanto, bersama Dekan Ilmu Pendidikan Universitas Kuningan, Asep Jejen, kompak menyoroti tiga kelemahan utama dalam sistem SPMB tahun ini.
Pertama, kapasitas server yang dinilai belum siap dioperasikan untuk menampung akses massal. Kedua, hadirnya pola pemetaan siswa baru yang membingungkan dan sulit dipahami oleh sebagian besar masyarakat. Ketiga, minimnya sosialisasi dari pihak-pihak terkait, terutama mengenai kebijakan “Sekolah Maung” yang diumumkan dalam waktu yang sangat mepet dengan pelaksanaan pendaftaran.
Sementara itu, di tengah situasi yang karut-marut dan desakan informasi dari masyarakat, Kantor Cabang Dinas Pendidikan (Cadikdik) Wilayah X Jawa Barat justru terkesan menutup diri. Pihak dinas terkait masih sulit ditemui oleh awak media untuk memberikan klarifikasi resmi.
Artikel Terkait
Prabowo Terima Menhan Jepang di Kediaman Pribadi, Bahas Tindak Lanjut Kerja Sama Pertahanan
PSI Pastikan Jokowi Segera Diresmikan Sebagai Kader, Pengumuman Digelar Terbuka
Wamenko Pangan Dorong Masyarakat Tingkatkan Konsumsi Susu demi Wujudkan Generasi Emas 2045
Eskalator Pasar Tanah Abang Berhenti Mendadak Akibat Kelebihan Beban, Bukan Kerusakan Mesin