Cuaca Panas dan Polusi Melemahkan Sistem Imun, Masyarakat Diimbau Lebih Waspada

- Jumat, 01 Mei 2026 | 05:20 WIB
Cuaca Panas dan Polusi Melemahkan Sistem Imun, Masyarakat Diimbau Lebih Waspada

JAKARTA Akhir-akhir ini banyak orang mengeluh, kok gampang banget sakit ya? Padahal cuma kena panas sebentar, atau udara lagi jelek. Ternyata, keluhan itu bukan cuma perasaan doang. Ada penjelasan ilmiahnya, dan semuanya berkaitan dengan sistem pertahanan tubuh kita.

Dr. Dicky Budiman, seorang praktisi kesehatan, coba mengupas fenomena ini. Menurut dia, kombinasi antara cuaca panas, udara kering, dan polusi itu ibarat serangan tiga arah ke tubuh. Mereka bisa merusak lapisan pelindung di saluran pernapasan kita.

"Kombinasi ini bisa merusak barier saluran napas," ujarnya saat dihubungi beberapa waktu lalu.

Nah, lapisan epitel yang selama ini jadi garda terdepan pertahanan tubuh jadi lemah. Gampang banget ditembus sama patogen dan polutan. Akibatnya? Ya, tubuh jadi lebih rentan sakit.

"Epitelnya menjadi lebih rentan, sehingga lebih gampang sakit," jelas Dicky.

Di sisi lain, panas juga bikin frekuensi napas kita jadi lebih cepat. Otomatis, lebih banyak polutan yang masuk ke paru-paru. Kondisi ini, menurut Dicky, bisa memperbesar risiko infeksi saluran pernapasan atas. Bahkan, buat yang punya penyakit bawaan seperti asma, ini bisa jadi pemicu kambuh.

"Orang dengan asma bisa lebih sering kambuh dalam kondisi ini," tambahnya.

Menurut Dicky, yang paling penting sekarang adalah literasi kesehatan. Masyarakat harus paham risiko yang mereka hadapi. Jangan sampai dianggap sepele, lalu baru sadar setelah jatuh sakit.

"Edukasi publik sangat penting agar masyarakat tidak meremehkan kondisi ini," katanya.

Dengan pemahaman yang lebih baik, harapannya kita semua bisa lebih waspada. Lingkungan memang makin kompleks, tapi setidaknya kita tahu cara melindungi diri. Mulai dari pakai masker, minum air cukup, sampai mengurangi aktivitas di luar saat kualitas udara lagi buruk.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar